Surya.co.id | KEDIRI - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri menggelar puncak acara pekan Quick Response Indonesia Standar (QRIS) yang berlangsung di Lapangan GOR Jayabaya, Kota Kediri, Minggu (15/3/2020).
Acara puncak ini digelar senam bersama, tutorial cuci tangan yang benar serta pengumuman pemenang lomba foto dan video.
Sejumlah stan rekanan perbankan yang telah menerapkan transaksi digital juga ikut menyemarakkan kegiatan.
Kepala Perwakilan WBI Kediri Sofwan Kurnia mengatakan, pekan QRIS merupakan hasil kolaborasi dengan pemerintah daerah diharapkan mendorong masyarakat untuk mengenal QRIS secara langsung melalui stan perbankan dan UMKM.
"Kita perlu pahami bersama saat ini sudah mengalami transformasi digital di berbagai aspek kehidupan. Digitalisasi telah mengubah konsep bagaimana proses bisnis dilaksanakan, bagaimana perusahaan berinteraksi dan bagaimana konsumen akan medapatkan informasi," ungkapnya.
Sehingga harus berinovasi merespons perubahan-perubahan tersebut untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. QRIS dilauncing pada 17 Agustus 2019 sebagai hadiah kemerdekaan RI.
"QRIS menjadi standart QR code untuk pembayaran di Indonesia dan secara nasional wajib diimplementasikan per Januari 2020. Dengan QRIS para pelaku usaha dapat menerapkan model pembayaran secara non tunai dengan hanya satu macam QR code," tambahnya.
Dari satu QR code bisa menerima pembayaran dan aplikasi manapun baik bank maupun non bank bahkan akan dapat menerima dari mancanegara.
Dijelaskan Sofwan Kurnia, QRIS memiliki keuntungan yaitu mendorong kemajuan UMKM termasuk koperasi, mempercepat akses keuangan kemanapun dan bagi siapapun. Sehingga membantu peningkatan aktifitas yang saat ini tengah digalakkan pemerintah.
Selain itu hasil penjualan juga bisa tercatat secara otomatis sehingga bisa memunculkan credit profile bagi bank yang mencoba untuk melihat peluang memberikan pembiayaan kepada pengguna QR code.
Di Kediri penggunaan QRIS di berbagai lokasi terutama di masjid-masjid yang ada di wilayah Kota dan Kabupaten dibawah KPBI Kediri. QRIS akan masuk ke perguruan tinggi negeri dan swasta yang ada di Kota Kediri.
"Harapannya penggunaan QRIS semakin luas dan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Kediri," tandasnya.
Sementara Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengungkapkan QRIS merupakan terobosan yang memberi dampak positif pada pedagang dan pelaku UMKM.
"Saya mendorong UMKM di Kota Kediri terus berkembang dan ditemani perbankan. Ini terjawab pada hari ini. Nantinya para UMKM, pelaku usaha di Kota Kediri menggunakan QRIS," jelasnya.