Kediri, koranmemo.com – Siswa SMK negeri dan swasta di Kabupaten maupun Kota Kediri melaksanakan Ujian Nasional Bernasis Komputer (UNBK) sesuai jadwal. Pihak sekolah selalu mengingatkan siswa supaya memperhatikan protokol pencegahan penyebaran virus Corona, salah satunya dengan mencuci tangan sebelum masuk ruangan ujian.
Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jawa Timur wilayah Kabupaten dan Kota Kediri, Sidik Purnomo menjelaskan, protokol tersebut sebelumnya sudah disampaikan melalui surat edaran (SE) baik dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) maupun Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).
Bahkan, Gubernur Jawa Timur, lanjutnya, juga memutuskan untuk penyelenggaraan UNBK jenjang SMK sesuai jadwal yang dikeluarkan oleh BSNP. “Alhamdulillah, untuk di Jawa Timur bisa melaksanakan UNBK sesuai jadwal. Kalau mengingat di beberapa daerah di provinsi lainnya, harus menunda dan menjadwalkan ulang pelaksanaan UNBK,” jelasnya, Senin (16/3).
Sidik mengatakan, mulai Minggu (15/3) sekolah sudah menyiapkan tempat cuci tangan sebagai langkah pencegahan dan warga sekolah boleh membatasi kontak langsung. “Maksudnya, biasanya antara siswa dan guru saling berjabat tangan, ini bisa diubah dengan gerakan lain,” tegasnya.
“Terpenting, semua menaati dan melakukan arahan dan peraturan UNBK dengan baik, terutama rilis token, alhamdulillah sudah sesuai jadwal. Mulai pukul 07.30 WIB untuk sesi pertama bisa dilaksanakan tepat waktu, harapannya sesi kedua dan ketiga juga demikian,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Kota Kediri, Bambang Eko mengatakan, di SMK Negeri 1 Kota Kediri dilaksanakan sebanyak tiga sesi, mulai pukul 07.30 WIB, 10.30 WIB, dan 12.00 WIB. “Tiap sesi ini waktunya sama, yaitu 120 menit atau dua jam. Pelaksanaannya, dibagi menjadi 8 ruang ada yang berisi 20 siswa, ada yang berisi 30 siswa,” tuturnya.
Mengenai imbauan kepada siswa, Bambang menjelaskan bahwa setelah selesai melaksanakan ujian, makan siswa diimbau untuk segera kembali ke rumah masing-masing. “Harapan kami, setelah selesai siswa diminta untuk kembali ke rumah, tidak main dan setiap selesai ujian, ruangan akan dilakukan sterilisasi,” ucapnya.

