Kediri, koranmemo.com – Siswa jenjang sekolah dasar (SD) Senin (16/3) pagi, masih datang ke sekolah, namun hanya mendapatkan pengumuman dan arahan dari kepala sekolah dan guru. Siswa akhirnya dipulangkan dan tidak ada kegiatan belajar mengajar (KBM) bahkan pelaksanaan Penilaian Tengah Semester (PTS) genap pun ditunda.
Menurut Kelapa SD Negeri Mojoroto 1 Kota Kediri, Dikit Waryanto, pelaksanaan PTS sementara ditunda dan menunggu arahan dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Kediri. “Informasi dan arahan yang mau peroleh, sementara hanya penundaan pelaksanaan PTS. Kemungkinan, akan dilaksanakan setelah 14 hari ke depan,” jelasnya.
Mengenai upaya persiapan siswa, kata Dukut, guru terus melakukan koordinasi dan memantau kegiatan siswa melalui grup Whatsapp (WA) orang tua. “Harapannya, siswa tetap mempersiapkan diri untuk menghadapi PTS. Dari koordinasi itu, guru dapat memantau kegiatan siswa selama belajar di rumah, dan yang paling penting tanggung jawab orang tua,” imbuhnya.
Hal senada juga diutarakan Soerjani, Kepala SD Negeri Mrican IV bahwa koordinasi dengan orang tua sangat penting sehingga siswa tetap belajar di rumah. “Sementara ini, materi bisa diberikan melalui WA orang tua. Kalau ada yang kurang jelas, bisa didiskusikan bersama dan anak-anak diharapkan tetap memakai seragam,” ujarnya.
Selain memakai seragam dan memberikan materi melalui WA, lanjutnya, orang tua diharapkan mengirim foto saat siswa sedang belajar di rumah. Orang tua juga harus menfasilitasi pembelajaran siswa di rumah dengan situasi yang nyaman. “Nanti tetap, guru menilai dan mengevaluasi hasil belajar anak selama belajar di rumah,” katanya.
Bahkan, tidak hanya melalui WA, untuk memantau dan memberikan materi kepada siswa, kepala sekolah juga menugaskan guru mengunjungi rumah siswa dan diharapkan kelompok sesuai dengan lingkungan terdekat.
“Saya tugaskan ke guru, selain memantau dari sekolah juga mengadakan home visit ke siswa secara bergilir. Untuk memakai seragam, seperti biasa mulai pukul 07.00 WIB sampai 12.00 WIB,” jelasnya.

