Luncurkan QRIS Pedagang Pasar Pahing Kota Kediri Kini Sudah Layani Transaksi Digital

Kediri Dalam Berita | 12/03/2020

Surya

Luncurkan QRIS, Pedagang Pasar Pahing Kota Kediri Kini Sudah Layani Transaksi Digital
 
Pemkot Kediri
 
pedagang di Pasar Pahing Kota Kediri sudah melayani transaksi nontunai, Rabu (11/3/2020). 



Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Luncurka

SURYA.co.id | KEDIRI - Kota Kediri melakukan launching Quick Response Indonesian Standard (QRIS) untuk retribusi pasar dan pedagang pasar yang berlangsung di Pasar Pahing, Rabu (11/3/2020).  Pasar Pahing menjadi pilot proyek karena sudah ada puluhan pedagang yang menyiapkan transaksi non tunai di lapaknya.

Malahan sudah ada pedagang bakso dan es di pasar yang telah melayani transaksi nontunai. Rencananya, setelah Pasar PahingQRIS juga akan diterapkan ke seluruh pasar tradisisonal yang ada di Kota Kediri.

Kegiatan launching ini dihadiri Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar dan Kepala Perwakilan BI Kediri Sofwan Kurnia. Abu Bakar mengatakan QRIS salah satu alat pembayaran yang enak.

"Kalau biasanya orang-orang bayar memakai uang, sekarang bisa menggunakan non tunai. Kesempatan pembayarannya lebih besar," ungkapnya.

Pedagang tidak perlu khawatir karena sekarang metode pembayaran semakin banyak, di antaranya, ada Ovo, Dana, Gopay atau lainnya.

"Alhamdulillah untuk pasar, Insha Allah di Jawa Timur pertama kali di Kota Kediri," jelasnya.

Dengan menggunakan QRIS juga lebih menguntungkan bagi pedagang dan pembeli.

Diharapkan QRIS meningkatkan perputaran ekonomi di Kota Kediri lebih cepat.

"Perkiraan saya tidak akan lama lagi semuanya sudah pakai uang digital. Artinya, kita ingin pedagang pasar juga menangkap para customer yang menggunakan uang digital pakai QRIS," tambahnya.

Hal ini juga akan membuat pedagang menjadi bank-able, sehingga akan mudah berhubungan dengan perbankan.

"Biasanya kalau sudah kenal di bank itu, kalau pinjam juga lebih mudah. Saya tadi coba scan juga cepat banget tinggal masukkan berapa dan ternyata juga masih bisa nawar harga," ungkapnya.

Dengan QRIS juga dapat meminimalisir pedagang menerima uang palsu dan tidak perlu menukarkan uang kembalian.

"Perkembangan zaman lebih cepat daripada dugaan kita. Sama dengan perkembangan perekonomian nanti ke depan. Makanya QRIS ini sangat penting bagi dunia perdagangan," ungkapnya.

Sementara Kepala BI Perwakilan Wilayah Kediri, Sofwan Kurnia, menambahkan kehadiran Walikota di pasar sangat mendukung program pemerintah, karena QR sudah ada MoU BI dengan Kementerian Dalam Negeri untuk bisa mendorong berbagai kegiatan perekonomian.

Dengan demikian, lanjut Sofwan, perekonomian di setiap wilayah bisa tumbuh lebih baik lagi, karena menggunakan metode pembayaran dengan QRIS akan menguntungkan pedagang.

"Kalau pedagang untung, nanti retribusinya juga akan lancar. Pemerintah Kota juga bisa memperoleh anggaran pendapatan daerah secara cepat," tambahnya.

Diharapkan penggunaan QRIS di Pasar Pahing dan pasar-pasar tradisional lainnya bakal meningkat.

"Meski menggunakan QRIS, tetap masih bisa dilakukan tawar menawar," pungkasnya.