TP PKK Kota Kediri Terbaik I Pelaksana 10 Program Pokok PKK Jatim

Kediri Dalam Berita | 11/03/2020

Ketua TP PKK Kota Kediri Ferry Silviana Abu Bakar menerima penghargaan dari Gubernur jawa Timur. (foto: istimewa)

AGTVnews.com – Tim Penggerak PKK Kelurahan Pojok Kota Kediri berhasil meraih penghargaan Terbaik I Pelaksana 10 Program Pokok PKK tingkat Provinsi Jawa Timur.

Penghargaan ini diberikan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kediri Ferry Silviana Abu Bakar,di kantor Gubernur Jawa Timur, Senin (9/3/2020). Pernghargaan ini diberikan bertepatan dengan puncak acara Hari Kesatuan Gerak PKK.

Dalam kesempatan tersebut Khofifah Indar Parawansa meminta PKK se-Jawa Timur untuk merevitalisasi gerakan menanam tanaman obat keluarga (toga). “Di Hari Kesatuan Gerak PKK yang ke-48, kita berharap akan ada revitalisasi terutama gerakan yang dulu pernah sangat masif dilakukan yaitu gerakan menanam toga,” kata Khofifah.

 

Gubernur mengatakan toga sangat mudah tumbuh di lahan-lahan yang ada di sekitar pemukiman warga. Bisa ditanam di taman desa, di sisa lahan RT/RW atau desa hingga juga di pekarangan rumah.

Tanaman toga bisa dijadikan pertolongan pertama bagi keluarga di saat-saat dibutuhkan. Jenis toga yang bisa ditanam masyarakat juga beragam. Mulai jahe, kunyit, temulawak, daun sirih, lidah buaya dan banyak lagi. T

“Menggalakkan lagi menanam toga bukan karena sekarang sedang wabah corona, tapi tanaman toga itu sudah dibuktikan sebagai tanaman menyehatkan. Coba, empon-empon yang menjadi hits karena Covid-19 itu kan produk toga. Mudah sekali itu tumbuhnya,” tutur wanita yang juga mantan Menteri Menteri Sosial dan juga Menteri Pemberdayaan Perempuan ini.

 

Tidak hanya Toga, Khofifah juga mengingatkan pada masing-masing Ketua TP PKK se – Jawa Timur untuk fokus serius menangani stunting.

Stunting masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diatasi di Jawa Timur. Penanganannya tidak bisa terbatas pada ibu hamil dan balita saja. Lebih dari itu penanganan stunting harus dilakukan sejak masa remaja.

“Kekuatan Posyandu itu luar biasa. Kalau Posyandu terus bersinergi dengan bidan desa atau perawat desa atau desa yang masih ada poskesdes maka kita harapkan mereka akan bisa masif melakukan edukasi tentang penanganan stunting” tegas Khofifah.