16 Truk Diparkir di Jembatan Brawijaya Kediri Ada Apa?

Kediri Dalam Berita | 11/05/2018

logo Jatim TIMES

?

Terlihat 16 unit truk diparkir di atas Jembatan Brawijaya dengan total berat hampir mencapai 640 ton untuk menguji beban (loading test) Jembatan Brawijaya, Kamis (10/05/2018). (foto: Ist)
Terlihat 16 unit truk diparkir di atas Jembatan Brawijaya dengan total berat hampir mencapai 640 ton untuk menguji beban (loading test) Jembatan Brawijaya, Kamis (10/05/2018). (foto: Ist)

JATIMTIMES, KEDIRI – Sedikitnya 16 unit truk diparkir di atas Jembatan Brawijaya dengan total berat hampir mencapai 640 ton untuk menguji beban (loading test) di Jembatan Brawijaya, Kamis (10/05/2018). Enam belas truk ini digunakan sebagai  media tes beban mengukur kekuatan jembatan yang memiliki panjang kurang lebih 175 meter itu dan mengukur getaran.

 Muji selaku ketua tim dalam uji beban Jembatan Brawijaya mengatakan bahwa uji beban ini dilakukan untuk memberikan keyakinan kepada Pemkot Kediri yang akan menindaklanjuti pembangunan jembatan ini bahwa tidak ada masalah teknis dari struktur Jembatan Brawijaya "Karena sudah lama tidak dioperasikan, tentunya harus diperoleh informasi sebaik-baiknya dan secukup-cukupnya agar jembatan ini benar-benar memenuhi desain operasional dan pelaksanaan nantinya," ungkapnya.

Pengujian ini telah mengikuti standar nasional Indonesia dalam pengukuran jembatan untuk keselamatan jembatan dengan menggunakan beban tersebut. "Bila nantinya ada kemacetan dengan formasi seperti ini, maka jembatan ini akan tetap aman," ujarnya.

Dalam pengujian ini, juga dilakukan kontrol lendutan yang berada dibatas maupun di bawah jembatan, apakah masih dalam batas aman. Muji menjelaskan, untuk batas normal lendutan adalah seperlimaratus dari empat puluh, yakni 80 cm. "Kita akan amati sekitar 10 cm. Itu sudah bagus," tambahnya.

Sementara itu Kasi Rehabilitasi dan Pembangunan Kebinamargaan Dinas PUPR Kota Kediri Narto mengatakan tujuan uji beban agar kualitas beban jembatan bisa diketahui ketika nanti benar-benar telah di operasionalkan.

Uji beban ini juga dihadiri Asisten Administrasi Umum Setda Kota Kediri Maria Karangora, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Kediri Martini, perwakilan dari Dinas PUPR dan tim Pengawal,  Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kota Kediri.