Selama 6 Bulan Tahun 2022, Ada 97 Kasus HIV/AIDS di Kota Kediri

Kediri Dalam Berita | 03/08/2022

logo

Selama 6 Bulan Tahun 2022, Ada 97 Kasus HIV/AIDS di Kota Kediri

- Selasa, 2 Agustus 2022 | 19:46 WIB
Ilustrasi HIV/AIDS (freepik.com)
X
 
Ilustrasi HIV/AIDS (freepik.com)
 

Kediri, koranmemo.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri mencatat ada 97 kasus HIV/AIDS baru hingga bulan Juni tahun 2022. Kasus baru ini menambah daftar kasus yang ada di Kota Kediri.

“Untuk tahun ini mulai Januari sampai Juni 2022, ditemukan 97 pasien HIV baru. Sementara tahun kemarin totalnya ada 219,” ujar Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri Hendik Suprianto, Selasa (2/8).

Sementara itu, tahun ini ada 4 pasien HIV/AIDS yang meninggal dunia. Berdasarkan catatan Dinkes Kota Kediri, kasus HIV ini banyak yang terdeteksi pada usia produktif, yaitu pada rentang 20-40 tahun.

Penularan HIV/AIDS ini juga telah menjadi perhatian Dinkes Kota Kediri, untuk itu pihaknya terus berupaya melakukan pencegahan atas penularan penyakit ini. Kepada para Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) ini, Dinkes Kota Kediri memantau, mereka aktif menjalani pengobatan.

 

Untuk upaya pencegahan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi dengan menyasar kelompok sekolah. Termasuk melakukan tes HIV pada kelompok risiko, seperti ibu hamil. Langkah tersebut dilakukan dengan maksud, jika ada kasus bisa ditemukan sedini mungkin.

 

“Kami juga memberikan pelayanan tes HIV di semua puskesmas. Sedangkan untuk pengobatan, tergantung kondisi pasien. Bisa juga di rumah sakit,” tuturnya.

“Puskesmas bisa membantu pemantauan kesehatan secara keseluruhan. Nakes puskesmas biasanya akan berkoordinasi dengan manajer kasus kalau ada masalah terkait pengobatan ODHA,” tambahnya.

Selama ini, menurut Hendik, ODHA di Kota Kediri berasal dari kalangan yang suka bergonta-ganti pasangan. Umumya, penularan terjadi karena mereka tidak mengetahui bahwa pasangan mereka terpapar virus HIV.

Temuan HIV/AIDS sedini mungkin merupakan hal yang sangat baik, sehingga bisa segera diberikan pengobatan agar virus HIV tidak semakin menyebar.

Hendik mengingatkan, penyebaran HIV/AIDS ini bisa terjadi karena hubungan seksual yang kurang sehat, seperti berganti-ganti pasangan. Selain itu, pemakaian jarum suntik narkoba secara bergantian.

“Virus HIV itu tidak bisa dihilangkan. Tetapi, jika minum obat teratur, maka pasien bisa bertahan hidup lebih lama. Karena itu, pengobatan sedini mungkin sangat penting,” pungkasnya.

 

Reporter : Ahmad Bayu Giandika
Editor : Achmad Saichu