
Kediri, koranmemo.com - Pemkot Kediri bersama para seniman di Kota Kediri menggelar Kejuaraan Pecut Samandiman di Kawasan Selomangleng, Sabtu (23/7). Dalam kejuaraan ini, ada beberapa hal yang menjadi penilaian dewan juri untuk menentukan pemenang.
M Hanib, Ketua Paguyuban Pecut Samandiman mengatakan, tiga orang yang menjadi dewan juri adalah orang yang kompeten dalam bidang seni. Mereka merupakan pengajar dan juga aktif dalam bidang kesenian serta budaya.
"Untuk yang dinilai ada tiga hal, wiroso, wirogo, dan wiromonya," ujarnya.
Ia menjelaskan, Wiroso adalah penampilan atau kostum yang dikenakan. Untuk kostum para peserta bebas menggunakan kostum apa saja, termasuk dari daerahnya sendiri.
Wirogo merupakan ketangkasan dari para peserta dalam membunyikan pecut samandiman ini. Dalam membunyikan Pecut Samandiman, diperlukan kuda-kuda yang kuat dan kekuatan yang memadai.
"Wiroso adalah bagaimana pemecut mengikuti irama dari musik yang mengiringi," ungkapnya.
Penilaian ini akan melihat bagaimana pemecut dalam menghayati seni pecut dan musiknya. Musik yang digunakan untuk mengiringi setiap peserta sama, yaitu lagu asli dari Pecut Samandiman.
Kejuaraan ini diikuti sekitar 130 peserta yang turut berpartisipasi. Mereka datang dari berbagai daerah, tidak hanya dari Pulau Jawa saja, ada juga yang dari Sumatera dan Kalimantan. Peserta terjauh bahkan datang dari Timika.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Olahraga (Disbudparpora) Zachrie Ahmad mengatakan, kejuaraan ini termasuk dalam rangkaian acara Hari Jadi Kota Kediri. Ada beberapa kategori dalam kejuaraan ini, seperi kategori anak putra dan putri serta kategori umum putra dan putri.
"Pecut Samandiman ini juga telah kita daftarkan HAKI sebagai kekayaan intelektual," ujarnya.
Karakteristik yang khas dari Pecut Samandiman adalah dimensinya yang khas. Pecut Samandiman memiliki panjang mulai dari 3,5 meter hingga 10 meter.
Aurora Entri M, salah satu peserta kategori anak putri mengatakan, dirinya antusias mengikuti kejuaraan ini. Event ini bisa menjadi tempat untuk menyalurkan bakat dan minatnya dalam kesenian.
"Saya gabung ke kelompok kesenian, sebelum tampil sudah melakukan persiapan. Latihan yang paling sulit adalah menyesuaikan iramanya," ujarnya.
Reporter: Ahmad Bayu Giandika
Editor: Achmad Saichu