Raba Alat Sensitif 8 Muridnya, Guru SD di Kota Kediri Dimutasi ke Dinas Pendidikan

Kediri Dalam Berita | 21/07/2022

beritajatim.com

Kepala Disdik Kota Kediri Siswanto.

Kediri (beritajatim.com) – Sebanyak 8 siswi SD di Kota Kediri menjadi korban rudapaksa yang dilakukan oleh salah satu onkum gurunya. Para korban mengalami pelecekan saat jam pelajaran berlangsung.

 

Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Siswanto membenarkan peristiwa itu. Menurutnya, oknum guru tersebut, IM (57) telah diberhentikan dari jabatannya sebagai pengajar. Yang bersangkutan kini dimutasi ke Disdik sebagai staf biasa.

“Saat ini pelakunya sudah saya tarik ke Dinas (Pendidikan). Kemarin ditindaklanjuti oleh Inspektorat,” kata Siswanto, Selasa (19/7/2022).

Peristiwa itu berlangsung pada Mei lalu. Dalam aksinya, pelaku memanggil korban ke sebuah ruangan. Pelaku mengajak berbincang korban, kemudian diraba bagian tubuhnya. Sementara aksi bejat pelaku terbongkar, saat salah seorang korban berteriak ketika mendapatkan perlakuan tak senonoh itu.

Keesokan harinya, orang tua korban melapor ke Dinas Pendidikan. Sehingga, pihak dinas menindaklanjuti dengan memanggil seluruh orang tua korban. Dari pertemuan itu, para wali korban mengaku, tidak ingin melanjutkan perkara itu ke ranah hukum, dengan alasan masa depan sang anak.

 

“Setelah kejadian itu keluarga saya panggil, keluarga datang di sini, salah satu permintaannya guru itu harus dipindah, ya saya turuti, sudah saya pindah,” lanjutnya.

Saat peristiwa, para korban duduk di bangkus kelas 6. Sedangkan saat ini, mereka telah melanjutkan pendidikan di jenjang SMP. Sementara itu, pelaku sendiri kini segera memasuki masa pensiun yang hanya tinggal 3 tahun lagi.

Masih kata Siswanto, Disdik menyerahkan proses sepenuhnya kepada pihak Inspektoral. Disamping itu, pihaknya telah mewanti-wanti sekolah untuk mewaspadai aktivitas guru dan murid pada ruang sepi. Dia bahkan meminta hal itu tidak dilakukan agar kasus serupa tak kembali terjadi.

“Kita juga sudah bekerjasama dengan Lembaga Perlindungan Anak di setiap kelurahan dan Kepala Sekolah Pengawas,” tutupnya