Sidak Penjual Takjil, Ditemukan Satu Sampel Mengandung Boraks

Kediri Dalam Berita | 07/04/2022

logo

Petugas saat melakukan pengujian sampel. (Bayu/Memo)
Petugas saat melakukan pengujian sampel. (Bayu/Memo)
 

Kediri, koranmemo.com - Dinas Kesehatan Kota Kediri bersama Loka POM Kediri dan Satpol PP serta Petugas Kepolisian melakukan sidak kepada penjual makanan takjil di dua lokasi yang ada di Kota Kediri, Rabu (6/4). Dari hasil pemeriksaan didapati ada satu sampel makanan yang mengandung boraks.

Kegiatan sidak ini berlokasi di sepanjang Jalan Hayam Wuruk dan di sekitar Bundaran Sekartaji hingga Jalan Jaksa Agung Suprapto.

Berbagai jenis makanan dari para penjual diambil untuk dijadikan sampel dan diuji kandungannya. Untuk pengujian bahan makanan ini langsung dilakukan di lokasi dengan menggunakan peralatan yang sudah disiapkan.

Hal ini dilakukan untuk mengetahui kandungan dari makanan tersebut apakah ada zat berbahaya atau tidak serta keamanannya untuk dikonsumsi.

"Untuk di Jalan Hayam Wuruk kita sampling 20 sampel, setelah diuji ada yang positif satu, positif boraks," kata Joni Edrus Setiawan Kepala Loka POM Kabupaten Kediri.

Ia menjelaskan, makanan yang positif boraks ini biasa disebut ongol-ongol, tidak semua yang ada dalam bungkus makanan ini positif, hanya yang berwarna hitam saja. Penggunaan boraks ini sendiri biasanya ditujukan untuk memberikan tekstur kenyal pada makanan.

Lebih lanjut untuk sampel yang berasal dari sekitar taman sekartaji ada 15 sampel dan tidak ada yang mengandung zat berbahaya.

Terkait temuan ini, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri Fauzan Adima mengatakan, setelah hasil ini keluar dan diketahui ada yang positif boraks, pihaknya langsung mendatangi penjual yang bersangkutan dan melakukan pemeriksaan. Pihaknya juga sekaligus memberikan edukasi kepada penjual.

"Dilakukan juga investigasi, bahannya dari mana, karena terkadang pedagang tidak tahu ini dapatnya dari mana," ujarnya.

Ia menambahkan, dari hasil pemeriksaan makanan ini dibuat sendiri, dan diduga bahan berbahaya ini berasal dari tepung yang digunakan. Berdasarkan pengakuan penjual, tepung yang digunakan juga tidak memiliki merek.

Menurutnya, pemahaman penjual terkait keamanan produk makanan sebenarnya sudah cukup, hanya saja ada pedagang yang mencoba menekan biaya produksi, sehingga memilih bahan-bahan yang secara kualitas rendah.

Bahaya boraks pada jangka pendek sendiri bisa membahayakan kesehatan usus. Sedangkan untuk jangka panjang bisa menyebabkan kerusakan pada ginjal dan liver.

Dari hasil ini, pihaknya ke depan akan melakukan pemeriksaan pada pasar-pasar. Sehingga bisa diketahui bagaimana kondisi tepung atau bahan lain yang dijual di pasar.