BOR Kota Kediri di Angka 30 Persen

Kediri Dalam Berita | 17/02/2022

logo

Ruang isolasi yang ada di RS Kikisuci Kota Kediri. (bayu/memo)
Ruang isolasi yang ada di RS Kikisuci Kota Kediri. (bayu/memo)
 

Kediri, koranmemo.com - Kota Kediri saat ini tengah menjalani PPKM Level 3. Hal tersebut terjadi akibat meningkatnya kasus konfirmasi Covid-19.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Kediri, tingkat keterisian tempat tidur atau BOR sendiri di angka 30 persen.

"BOR di angka 30 persen tapi belum ada penambahan tempat tidur," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri Fauzan Adima, Selasa (15/2/2022).

Ia menambahkan, saat ini kapasitas tempat tidur untuk menangani pasien Covid-19 di seluruh rumah sakit yang ada di Kota Kediri adalah 250 tempat tidur.

Untuk pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit sendiri ada yang bergejala ringan hingga berat.

Menurutnya, pasien yang dirawat ini mayoritas tertular dari tranmisi lokal. Dari sanak saudara atau kerabat pasien yang baru saja bepergian dari luar kota.

Untuk mengatasi tingkat BOR di Kota Kediri, pihaknya mengarahkan agar masyarakat yang bergejala ringan agar melakukan isolasi mandiri.

Bisa juga mereka menempati isolasi terpusat yang telah disediakan. Dengan begitu, rumah sakit akan merawat pasien dengan gejala sedang hingga berat.

Perihal aturan lama karantina bagi warga yang baru pulang dari luar negeri saat ini diperpendek.

Sebelumnya, bagi warga yang baru pulang dari luar negeri harus melakukan karantina selama 10 hari.

“Aturan tersebut kemudian dipersingkat menjadi 5 hari dan saat ini 3 hari saja,” urai Fauzan.

Menurut Fauzan, aturan itu sebelumnya diberlakukan karena tingkat penularan di luar negeri tinggi dan di Indonesia masih aman dari Covid-19.

 

Saat ini, di Indonesia sendiri sudah banyak kasus Covid-19 sehingga karantinanya diperpendek.

Lebih lanjut, ia berharap level PPKM di Kota Kediri dapat segera turun, sehingga perekonomian bisa kembali normal dan tidak ada pengetatan-pengetatan.

Untuk itu, ia mengajak masyarakat agar tidak bosan untuk disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.

“Apabila merasa sakit dengan gejala ringan bisa memanfaatkan telemedicine yang ada di puskesmas,” jelas Fauzan.

“Dan mengurangi mobilitas untuk sementara hingga pandemi ini benar-benar berakhir,” tutupnya.