Berawal Dari Pandemi, Pasutri di Kediri Sukses Buka Usaha Stik Sidat Dengan Omset Puluhan Juta Setia

Kediri Dalam Berita | 14/02/2022

logo

Stik Ikan Sidat usaha milik Abdi Asmara (Aji Muhammad)
Stik Ikan Sidat usaha milik Abdi Asmara (Aji Muhammad)
 

 

AGTVnews.com - Para pecinta kuliner di Indonesia belum begitu familiar dengan ikan sidat. Ikan yang banyak dikonsumsi masyarakat Korea, Jepang dan beberapa negara lain ini, diburu masyarakat Asia karena gizinya yang tinggi melebihi ikan salmon dan sirip hiu, Senin, 14 Februari 2022.

Nah di Kota Kediri, seorang peternak ikan sidat bernama Abdi Asmara (42) dan istrinya Roosita Septianingtias (42) warga Perum Villa Bukit Mentari Kecamatan Mojoroto Kota Kediri, membuat aneka stik yang sangat diminati oleh para konsumen.

Ide membuat aneka stik ini berawal ketika masa pandemi 19 kemarin, Abdi Asmara yang pembudidaya ikan Sidat tidak dapat mengirimkan ikan-ikan sidatnya ke Jakarta, karena saat itu Pemerintah menerapkan PSBB untuk semua Kota dan Kabupaten.

"Awalnya kami biasa memasok ikan sidat beberapa daerah luar Jawa Timur yakni Bali, Jakarta, Bekasi. Dalam satu pengiriman, pihaknya memasok rata-rata 1,5 kuintal ikan sidat dengan harga Rp 175 ribu hingga Rp 200 ribu per kilogram," kata Abdi Asmara.

Karena stok ikan sidatnya banyak di kolam, Abdi kemudian memutar otak dan tercipta ide membuat stik berbahan ikan sidat. namun siapa sangka justru stik ikan sidat buatannya justru diminati oleh konsumen.

“Dengan didukung oleh istri yang suka memasak, kami coba-coba membuat makanan ringan stik berbahan ikan sidat dan kami bagi-bagikan ke tetangga, alhamdulillah banyak yang suka," tambah Abdi.

Berawal dari situlah, Abdi kemudian mengembangkan stik ikan sidat. Dalam beberapa bulan ini, bisnis stik sidat yang ia tekuni bersama istrinya sudah merambah ke luar kota. 

"Alhamdulillah permintaan stik ikan sidat cukup banyak hingga sampai ke Jawa Tengah, Yogyakarta, Jepara, Rembang. Selain itu, permintaan stik ikan sidat di wilayah Jawa Timur juga banyak seperti dari Madiun, Surabaya, Blitar, Sidoarjo dan Malang," ujar Abdi.

Untuk membuat stik ikan sidat, awalnya ikan sidat diiris dan diambil dagingnya. Setelah dicuci bersih, daging ikan sidat direbus di atas kompor, dan setelah empuk daging ikan sidat diblender dengan dicampur bumbu rempah-rempah.

"Daging dan bumbu-bumbu dicampur lagi dengan tepung dan diaduk dalam mesin. Untuk perbandingan 200 gram ikan sidat dicampur tepung sebanyak 1 kilogram serta  ditambah perasa.  Setelah tercampur tepung di cetak dan digoreng," kata Roosita sambil menggoreng stik ikan sidat.

 

Dalam satu bulan, abdi dan roosita mampu menjual 2000 hingga 2.500 bungkus stik ikan sidat. Untuk harganya dijual Rp 15.000 setiap bungkusnya ukuran 75 gram. Omsetnya pun cukup fantastis, dimana perbulan Abdi mampu meraup sekitar Rp 14 juta.

Pasangan Abdi Asmara dan Roosita Septianingtias berharap,  agar bangsa ini mampu mengolah ikan sidat menjadi aneka kuliner, agar kandungan gizi yang ada di dalam ikan sidat bisa dinikmati oleh anak-anak, karena diyakini mampu meningkatkan kecerdasan otak.

"Kami punya harapan kepada Bangsa Indonesia ini, agar mampu mengolah ikan sidat menjadi aneka kuliner. Karena kandungan ikan sidat ini kaya omega 3, kaya protein dan vitamin namun rendah kolesterol,"ujar Roosita.

Secara bentuk ikan sidat ini sepintas terlihat seperti belut, tapi ukurannya jauh lebih besar dibanding belut sawah. Namun karena langka dan mahal sehingga kurang populer di masyarakat.