Kediri, koranmemo.com - Sebanyak 645 peserta akan mengikuti ujian kesetaraan di Kota Kediri.
Jumlah tersebut merupakan gabungan dari 9 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan 1 Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) yang ada di Kota Kediri.
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non Formal Dinas Pendidikan Kota Kediri, Nunung Kusumaningrum, mengatakan, ujian yang terdekat adalah Paket C.
Ujian tersebut rencananya akan digelar pada bulan Maret mendatang.
"Untuk ujian dilakukan secara bertahap dimulai dari Paket C terlebih dahulu," ujarnya, Rabu (9/2).
Ia menambahkan, untuk rinciannya 645 peserta ini terdiri dari 64 peserta untuk Paket A, 201 peserta untuk Paket B, dan 380 peserta Paket C.
Untuk Paket C, peserta terbanyak berasal dari PKBM Hidayatul Mubtadiin yaitu 109 peserta.
Menurut Nunung, jumlah tersebut hampir sama dengan jumlah peserta pada tahun 2021 lalu.
Mengenai teknik pelaksanaannya, rencananya dua hari pertama ujian dilakukan secara langsung dan selanjutnya dilakukan secara daring.
Meski begitu, rencana ini masih akan menyesuaikan kondisi yang ada, karena saat ini masih dalam kondisi pandemi.
Mengenai penyebab banyaknya peserta yang mengikuti ujian paket, menurutnya ini karena faktor ekonomi. Sebagian besar para peserta memilih untuk bekerja terlebih dahulu.
Saat ini, banyak pekerjaan yang mengharuskan untuk memiliki kualifikasi jenjang pendidikan tertentu, sehingga itu juga salah satu penyebab mereka mengikuti ujian kesetaraan ini.
Lebih lanjut ia juga menambahkan, saat ini ijazah yang didapat pada saat mengikuti ujian paket bisa digunakan selayaknya ijazah yang dikeluarkan oleh sekolah formal.
"Bisa digunakan untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, sehingga tidak dianggap sebagai deskriminasi pendidikan lagi," ujarnya.