Musrenbang Kota Kediri Angkat 4 Isu Strategis, Kegiatan Tanpa Skala Prioritas Bisa Dihapus

Kediri Dalam Berita | 09/02/2022

Surya.co.id

 
surya/didik mashudi
 
Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar membuka Musrenbang Kecamatan Kota Kediri di Balai Kelurahan Banjaran, Selasa (8/2/2022). 
 

SURYA.CO.ID, KOTA KEDIRI - Ada empat isu strategis di Kota Kediri yang dipaparkan saat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan, Selasa (8/2/2022). Dalam Musrenbang untuk penyusunan RKPD tahun 2023 di Balai Kelurahan Banjaran, Kecamatan Kota Kediri itu, isu strategis itu juga terkait arah kebijakan pembangunan di tahun 2023.

Isu pertama adalah pembangunan bandara dan jalan tol. Sehingga harus dipersiapkan lewat peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), peningkatan daya saing UMKM, antisipasi dampak lingkungan, dan antisipasi kemacetan lalu lintas.

Selanjutnya isu kedua adalah mengenai Covid-19 yang masih terus terjadi. "Pemerintah akan melakukan peningkatan layanan kesehatan, percepatan pemulihan ekonomi, dan penyaluran bansos tepat sasaran," kata Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar saat membuka Musrenbang itu.

Isu ketiga adalah sarana-prasarana sekolah yang rusak, yang harus segera dilakukan perbaikan dan penambahan sarana pembelajaran online. Dan terakhir adalah digitalisasi layanan publik di mana Pemkot Kediri akan melakukan percepatan proses, kemudahan akses dan integrasi layanan.

Selain empat isu strategis itu, untuk penyusunan rencana kerja perangkat daerah tahun 2023, Wali Kota Kediri meminta agar program atau kegiatan harus mengarah pada capaian visi dan misi, target kinerja tujuan, sasaran RPJMD serta 10 program unggulan.

Selanjutnya untuk alokasi anggaran pada rencana kerja perangkat daerah agar berpedoman pada Perwali analisis standar belanja. Untuk perangkat daerah perlu melakukan efisiensi belanja kegiatan, sehingga yang tidak memiliki output jelas dan yang tidak mendukung prioritas pembangunan, sebaiknya dihapus.

“Hasil Musrenbang harus menyentuh kepentingan masyarakat secara luas. Kemudian harus tepat sasaran dan memperhatikan skala prioritas. Tentunya bersifat berkelanjutan,” tegas Abu Bakar.

Sementara Camat Kota Kediri, Arief Cholisudin mengatakan, usulan yang dibawa dalam Musrenbang Kecamatan Kota adalah usulan-usulan di Musrenbang Kelurahan yang telah dilakukan pada 3-5 Februari. Dari Musrenbang itu terkumpul 126 usulan.

“Musrenbang ini untuk menyamakan persepsi. Serta untuk memilih kepentingan dan kemajuan di masing-masing wilayah. Monggo nanti kita bermusyawarah bersama untuk kemajuan wilayah,” ungkap Arief