

Kediri,koranmemo.com - Pelatih Kepala Persik Kediri, Javier Roca ingin meluruskan anggapan publik mengenai kompetisi yang diadakan di Bali.
Memang di Pulau Dewata tersebut banyak tempat wisata, tapi menurut pelatih asal Chile, timnya di sana benar-benar untuk berkompetisi.
Berbagai pro dan kontra muncul setelah banyaknya pesepakbola yang terjangkit Covid-19 yang sudah masuk gelombang ke-3.
Roca sapaan akrabnya, menjelaskan, timnya menjalani program latihan yang diadakan setiap
pekan.
Baca Juga: Resmikan KSU, Mas Ipin Dorong Terwujudnya Digitalisasi Koperasi
Tidak ada banyak waktu untuk berwisata, energi pemain benar-benar dicurahkan untuk mengarungi Liga 1 Indonesia musim 2021/2022.
“Semua pemain sangat profesional. Kami menghargai pemain Persik Kediri yang datang ke Bali
untuk bermain bola, bukan untuk liburan. Mereka bekerja keras untuk meraih target tim,” katanya saat jumpa pers dalam jaringan (daring) usai pertandingan melawan PSIS Semarang.
Terkait sejumlah pemain bola yang terkonfirmasi positif saat menjalani tes usap antigen
dan PCR sebelum pertandingan, terjadi pro dan kontra di tengah publik.
Sebagian mempertanyakan mengenai tempat penyelenggaraan BRI Liga 1 Indonesia di Bali, tempat tujuan pelancong luar negeri.
Keamanan Bali sebagai tempat kompetisi diperdebatkan karena di sana berisiko tinggi tertular
Covid-19.
Selain itu beberapa klub juga mengeluhkan mengenai prasarana di sana. Akan tetapi operator kompetisi tetap menjalankan liga di Bali dengan beberapa alasan.
Kendati demikian, Roca menganggap Bali seperti daerah lain, seperti di Jakarta, Jawa Barat, atau Jawa Tengah. Begitupun pulau-pulau lain di Indonesia.
“Bali juga layak menyelenggarakan kompetisi sepakbola. Seperti Jawa, Sumatera dan Papua. Bali merupakan wilayah Indonesia,” imbuh Pelatih Kepala Persik Kediri.