Budayawan Kota Kediri: Mohon Tidak Memasang Atribut Partai Atau Organisasi di Jembatan Lama Kediri

Kediri Dalam Berita | 04/02/2022

logo

Bendera partai yang dipasang di Jembatan Lama Kediri. (bayu/memo)
Bendera partai yang dipasang di Jembatan Lama Kediri. (bayu/memo)
Kediri, koranmemo.com - Budayawan Kota Kediri menganggap adanya pemasangan bendera partai politik (Parpol) di Jembatan Lama Kediri merupakan suatu yang menyalahi aturan. Hal itu karena Jembatan Lama Kediri telah ditetapkan sebagai situs cagar budaya sejak tahun 2019 lalu.

Bendera Parpol yang terpasang di Jembatan Lama Kediri ini sudah dua kali terjadi di tahun ini, yang pertama pada Kamis (6/1) dan yang kedua Kamis (3/2).

Imam Mubarok, salah seorang budayawan sekaligus sejarawan Kota Kediri mengatakan, undang - undang mengenai cagar budaya ini sudah lama. Berdasarkan undang - undang tersebut, cagar budaya adalah warisan budaya bersifat kebendaan.

Hal itu bisa berupa benda cagar budaya, bangunan cagar budaya, struktur cagar budaya, situs cagar budaya, dan kawasan cagar budaya di darat dan/atau di air. Seluruhnya itu perlu dilestarikan keberadaannya, karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan melalui proses penetapan.

 

Bangunan Jembatan Lama Kediri sendiri dibuat pada tahun 1869, oleh insinyur Sytze Westerbaan Muurling. Jembatan ini juga merupakan jembatan dengan konstruksi besi pertama di Jawa.

Oleh karena itu, ia mengatakan, bangunan ini harus dijaga dan dilestarikan. Pasal yang tercantum pada undang - undang mengenai cagar budaya juga telah mengatur mengenai pelestarian dan perlindungan terkait cagar budaya.

Dalam hal ini, pelestarian adalah upaya dinamis untuk mempertahankan keberadaan cagar budaya dan nilainya dengan cara melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkannya. Sedangkan perlindungan adalah upaya mencegah dan menanggulangi dari kerusakan, kehancuran, atau kemusnahan dengan cara penyelamatan, pengamanan, zonasi, pemeliharaan, dan pemugaran cagar budaya.

“Saya Mohon, kepada seluruh masyarkat, kepada seluruh pengurus partai di Kota Kediri, dengan hormat, agar tidak memasang atribut partai atau atribut organisasi, atau atribut apapun di Jembatan Lama. Mari kita jaga cagar budaya yang kita miliki,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika bukan kita yang menjaga cagar budaya yang kita miliki ini, maka siapa yang akan menjaga. “Ini butuh kesadaran, bukan kekuasaan,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, ia sendiri telah melakukan komunikasi dengan partai politik yang benderanya kedapatan dipasang di Jembatan Lama Kediri. Ia mengatakan, ketua parpol yang bersangkutan juga sudah menyampaikan permohonan maaf terkait hal tersebut.