Kediri, koranmemo.com - Pembukaan tahun 2022, Kota Kediri mencatatkan inflasi sebesar 0,43 persen pada Januari kemarin. Komoditas beras menjadi penymbang inflasi tertinggi karena mengalami fluktuasi harga selama awal tahun ini.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri, Lilik Wibawati menjelaskan berdasarkan data dari tahun 2020 hingga 2022 Kota Kediri selalu mengalami inflasi di Januari.
Tingkat inflasi Januari tahun ini memang lebih tinggi dari Januari tahun 2021 sebesar 0,16 persen. Tapi tidak lebih tinggi dari inflasi Januari 2020 sebesar 0,53 persen.
Inflasi awal tahun ini bisa menjadi salah satu isyarat jika perekonomian daerah kembali menunjukan perbaikan.
Tingkat konsumsi masyarakat mulai pulih membuat komoditas mengalami kenaikan harga.
“Beras berada di peringkat 1 komoditas penyumbang inflasi. Karena mengalami kenaikan harga sebesar 2,36 persen. Meski tidak terlalu tinggi kenaikan harganya, dampaknya cukup besar. Karena beras menjadi bahan makanan utama masyarakat Indonesia,” katanya.
Sejalan itu, beberapa komoditas yang terpengaruh kebijakan atau kelangkaan secara nasional juga masuk dalam 10 besar penyumbang inflasi. Diantaranya komoditas rokok kretek filter dan minyak goreng.
“Rokok kretek filter peringkat ke-4 dengan kenaikan harga 1,26 persen. Sementara minyak goreng berada di peringkat 10 dengan kenaikan harga sebesar 1,48 persen,” imbuh Lilik.
Sementara itu Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin), Salim Darmawan menjelaskan terjadi fluktuasi harga pada jenis beras premium dan medium.
“Untuk premium kenaikan harga di kisaran Rp 10.500 sampai Rp 11.000 pada Januari kemarin. Sementara Medium yang dihargai Rp 8.500 pada akhir tahun 2021 kemarin kini naik mencapai Rp 9.000 sampai 9.500,” katanya.
Kenaikan harga beras dipengaruhi musim tanam padi, karena November hingga Januari adalah masa tanam. Diprediksi harga kembali pulih setelah musim panen, antara Februari sampai Juni.