Orang Tua Sambut Positif Kebijakan Wali Kota Kediri Meneruskan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), Ini Al

Kediri Dalam Berita | 04/02/2022

logo

orang Tua Apresiasi Wali kota Kediri yang meneruskan PTM (Biro Adpim Jabar)
orang Tua Apresiasi Wali kota Kediri yang meneruskan PTM (Biro Adpim Jabar)
 

koranmemo.com - Para orang tua di Kota Kediri menyambut positif kebijakan Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar yang tetap memberlakukan pembelajaran tatap muka untuk tingkat SD dan SMP.

Meski sebagian sekolah tingkat SMA di Kota Kediri tidak memberlakukan pembelajaran tatap muka untuk sementara, karena ada siswa yang positif terpapar Covid-19.

Pembelajaran tatap muka yang sudah mulai normal menurut para orang tua tetap harus dipertahankan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

 

Selain itu, para orang tua sudah memahami jika anaknya mengalami gangguan kesehatan tentu tidak perlu masuk sekolah sampai dinyatakan benar-benar sehat.

Para orang tua selama ini merasa lega setelah pembelajaran dilaksanakan secara tatap muka langsung ke sekolah karena bagi mereka pembelajaran sistem daring tidak efektif dan bisa menyebabkan anak kecanduan HP.

 

"Akibat pandemi dan belajar daring, anak saya jadi kecanduan HP, sebab kami orang tua tidak punya cukup waktu untuk mendampingi anak belajar," ujar Lutfiana, salah satu wali siswa warga Kota Kediri, Kamis, (03/02)

Untuk diketahui, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar memutuskan pembelajaran tatap muka (PTM) untuk SD hingga SMP di Kota Kediri tetap dilaksanakan kendati ada sejumlah sekolah menengah atas (SMA) yang memutuskan menghentikan PTM untuk sementara guna mengantisipasi Omicron.

Wali Kota menjelaskan, pihaknya telah melakukan sampling tes antigen ke sejumlah sekolah mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA di Kota Kediri. Pihaknya juga meyakini bahwa semua anak-anak sudah divaksin, sehingga diharapkan bisa menekan penyebarluasan Covid-19.

"Saya yakin bahwa kita semua sudah divaksin, jadi insyaAllah bisa terkontrol dengan baik," ujar Walikota Kediri, pada sejumlah wartawan, Rabu (2/2).

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dokter Fauzan Adima mengakui bahwa ada sejumlah pelajar SMA swasta di Kota Kediri yang ternyata terkonfirmasi positif Covid-19. Namun, langkah antisipasi telah dilakukan pihak sekolah.