Persik Kediri vs PSM Makasar Imbang 0-0, Javier Roca Bersyukur

Kediri Dalam Berita | 19/01/2022

logo

Striker Persik Kediri, Youssef Ezzejjari dihadang oleh bek PSM Makassar. (persisofficial)
Striker Persik Kediri, Youssef Ezzejjari dihadang oleh bek PSM Makassar. (persisofficial)
 

 

Kediri,koranmemo.com - Persik Kediri mengakhiri pertandingan melawan PSM Makasar dalam lanjutan BRI Liga 1 Indonesia musim 2021/2022 dengan hasil seri, Selasa (18/1). 

Menjelang pertandingan berakhir sebenarnya banyak peluang yang didapatkan, tapi sayang belum bisa dimaksimalkan.

Bertanding di Stadion I Gusti Ngurah Rai Bali, Persik Kediri memasang 2 pemain asing  sebagai starter. Dionatan Machado yang tidak dimainkan pada pertandingan pekan ke-19 karena akumulasi kartu, tampak mengisi susunan pemain pada awal pertandingan.

Membuka pertandingan, masing-masing tim tampak sama-sama kuat. Klub yang sama-sama menerima kekalahan pada pekan sebelumnya, berusaha mengumpulkan poin penuh. Tingginya tensi pertandingan babak ke-1 membuat kartu kuning banyak dikeluarkan oleh wasit.

 

Dallen Doke dari PSM Makasar mendapat kartu kuning pada menit ke-19. Sementara 3 pemain Persik Kediri Arthur Irawan dikartu kuning menit ke-26, tak berselang lama Yusuf Meliana juga harus menerima kartu kuning menit ke-27.

Memasuki 32 menit pertandingan, Andri Ibo juga harus mendapatkan kartu kuning karena melanggar pemain depan PSM. Selama babak pertama, PSM lebih banyak menguasai bola. Untuk menggagalkan peluang lawan, Antoni Putro dan kawan-kawan harus lebih bekerja keras.

Andri Ibo yang mendapat kartu kuning akhirnya diganti oleh Fisabillah menit ke-44 untuk memperkuat pertahanan. Setelah pergantian tersebut tidak ada gol yang tercipta, skor 0-0 menutup pertandingan babak ke-1.

Berlanjut babak ke-2, kedua tim melakukan pergantian pemain di menit ke-45. Pada kubu PSM, Muhammad Rafli masuk menggantikan Delvin Rumbino, sementara Persik memasukkan Agil Munawar menggantikan Arthur Irawan.

Kedua klub masih sama-sama kuat. Kedua tim saling menyerang, Persik Kediri mendapatkan peluang menit ke-60 melalui sektor kiri.

 

Fahmi Al Ayyubi bisa memperdaya gelandang bertahan dan bek PSM Makassar dilanjutkan umpan ke Youssef Ezzejjari. Striker asal Spanyol itu melakukan tendangan tepat ke arah gawang, tapi bisa ditepis Hilman Syah, kiper PSM.

Ayam Jantan Dari Timur, julukan PSM menambah tenaga dimasukkan Prince Patrick Kallon mengganti Ricky Pratama menit ke-67 sementara Yakob Sayuri masuk menggantikan Ferdinand Sinaga menit ke-74. Hal yang sama dilakukan Persik Kediri, menit ke-81 Faris Aditama dimasukkan menggantikan Antoni Putro Nugroho.

Sisa 10 menit waktu pertandingan, masih belum tidak ada peluang berbahaya yang muncul. Macan Putih julukan Persik Kediri baru beberapa kali mendapatkan peluang ketika pertandingan memasuki 5 menit terakhir pertandingan. Sundulan Sabil tepat sasaran menuju ke gawang Himan Syah, tapi sayang masih bisa dibendung bek.

Meski masing-masing kubu memasukkan pemain menjelang pertandingan selesai tidak mengubah hasil pertandingan. Skor kacamata menutup pertandingan babak ke-2 yang sudah mendapatkan 2 menit tambahan.

Pelatih Kepala Persik KediriJavier Roca bersyukur dengan hasil tersebut. Timnya masih memiliki 1 poin tambahan di klasemen sementara. Strategi yang digunakan pada pertandingan tersebut menunjukkan progres baik dibanding pertandingan pekan ke-19.

“Dengan strategi ini kami bisa menyerang dari kanan, kiri, dan bola mati. Tetap ada tambahan poin, meskipun 1 poin. Semoga ini adalah pertandingan yang bisa membangkitkan tim, sekarang bagaimana kami berpikir untuk pertandingan selanjutnya,” katanya.

Sementara itu, Pelatih Kepala PSM Makassar, Joop Gall mengatakan masih ada kekurangan pada timnya. Dia melihat pemainnya justru mempersulit jalannya pertandingan. Ini berimbas pada kurang berkembangnya permainan selama 90 menit pertandingan berjalan.

 

“Pemain terlalu statis, terlalu berdiam, orang yang memegang bola tidak tahu apa yang harus dilakukan opsi-opsi apa yang dia miliki. Dari latihan yang kami lakukan, saya ingin pemain lebih berani lagi melakukan gerakan tanpa bola sehingga pemegang bola mendapatkan opsi. Ini seperti memberikan kado pada tim lawan,” papar Joop.

Pada pertandingan selanjutnya dia berharap permainan timnya bisa lebih berkembang dengan menerapkan apa yang sudah diinstruksikan pemain