AGTVnews.com - Gowes Religi Sarungan mengawali rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri Nasional 2021.
Gowes religi ini dilakukan dengan mengunjungi makam sejumlah ulama di Kediri. Para ulama ini memiliki andil besar dalam perjalanan NU.
Dengan ziarah ke kyai mudah-mudahan kita bisa ambil hikmahnya mengingatkan kita bahwa kelak kita juga akan seperti itu,"jelas Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar.
Menurut wali kota, silaturahmi dan kerja sama antara Pemerintah Kota Kediri dan PCNU diharapkan bisa terus terjalin.
Sehingga nantinya bisa menghasilkan program yang bagus dan berdampak positif untuk seluruh masyarakat.
"Kota Kediri terus berkembang apalagi ada pembangunan bandara dan jalan tol yang melintas di Kota Kediri. Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan generasi-generasi yang baik. Saya harap Pemerintah Kota Kediri dan PCNU bisa bekerjasama untuk mencetak generasi-generasi yang memiliki kesalihan unggul,"harapnya.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PC NU Kota Kediri KH Abu Bakar Abdul Jalil atau yang lebih akrab disapa Gus Ab mengatakan sejarah NU tidak lepas dari peran para ulama.
Tahun 1928 NU Kediri didirikan oleh almarhum KH Abdul Karim, KH Muhammad Ma'roef dan KH Abu Bakar.
"Sejarah NU tidak lepas dari peran ulama tersebut. NU di Kediri diikrarkan tanggal 11 Oktober 1928 di gedung madrasah utara masjid jami," terangnya.
Selain Gowes Religi Sarungan, pada peringatan Hari Santri tahun ini juga akan digelar turnamen bulu tangkis, lomba pesantren sehat, serta istigotsah.
Adapun beberapa makam ulam yang didatangi yakni makam kyai Sa'id Jamsaren, makam Syekh Syamsudin Al-Wasil atau Syekh Wasil Setono Gedong, makam KH Abdul Karim Lirboyo, makam KH Muhammad Ma'ruef Kedunglo, makam KH Abu Bakar Bandar Kidul, dan makam KH Ali di Banjarmlati.