Kelurahan Ngampel Jadi Wakil Kota Kediri dalam Lomba Desa Tangguh Bencana

Kediri Dalam Berita | 17/09/2021

Tribun kediri

 
Surya/didik mashudi
 
Tim BPBD Jatim melakukan penilaian lomba Destana di Kelurahan Ngampel, Kota Kediri. 
 

Laporan Wartawan Tribun Jatim.com, Didik Mashudi

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Kelurahan Ngampel ditunjuk menjadi wakil Kota Kediri pada Lomba Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (Destana) tingkat Madya se Jatim.

Tim penilai dari BPBD Jatim pada Rabu (15/9/2021) telah melakukan penilaian mengunjungi Kelurahan Ngampel.

Terpilihnya Kelurahan Ngampel untuk mengikuti lomba Destana se Jatim karena sudah memenuhi 12 indikator yang telah ditentukan untuk tingkat Madya.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri Indun Munawaroh menjelaskan, BPBD Kota Kediri memilih Kelurahan yang sudah memenuhi indikator untuk dijadikan wakil dalam lomba Destana.

"Karena lomba Destana yang diikuti berada di tingkat Madya sehingga ada 12 Indikator yang harus dipenuhi," jelas Indun Munawaroh

Di Kota Kediri sudah terdapat 13 kelurahan Destana yang sudah dibentuk.

Petugas selalu melakukan pendampingan dalam pemenuhan indikator agar bisa dijadikan Destana kepada Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) di setiap kelurahan.

"Kita harapkan dari pembuatan Destana ini adalah kemandirian masyarakat untuk lebih tanggap dengan potensi terjadinya bencana. Selain itu terpenuhinya peralatan untuk menanggulangi bencana di setiap wilayah," tambahnya.

Sementara Kuswanto, Lurah Ngampel menjelaskan, ditunjuknya Kelurahan Ngampel dalam lomba Destana karena kesadaran masyarakat yang tinggi akan potensi bencana di wilayahnya. 

"Di Kelurahan Ngampel potensi bencananya adalah banjir. Jadi setiap banjir masyarakat serta relawan secara gotong-royong membantu warga untuk mengungsi, membuat dapur darurat untuk persediaan makanan, menutup akses jalan yang terkena banjir. Warga sudah tanggap apa yang dilakukan jika terjadi bencana," jelasnya.

Sehingga Kelurahan Ngampel siap untuk mengikuti lomba Destana tingkat Madya.

"Kita berharap dengan adanya lomba Destana masyarakat dan para relawan lebih semangat untuk menanggulangi bencana di wilayah Kelurahan Ngampel," jelasnya.

Sedangkan Heri Nurdianto, Ketua LPMK Kelurahan Ngampel memberikan apresiasi atas pelaksanaan lomba Destana yang digelar BPBD Jatim.

Karena bukan penghargaan atau gelar yang dikejar, namun adanya tim penilai yang datang ke kelurahan memberikan banyak pengalaman dan masukan konstruktif dalam peningkatan kapasitas para relawan tangguh bencana Kelurahan Ngampel

Sehingga akan ada upaya upaya perbaikan pasca adanya lomba. Diharapkan ada penganggaran dalam Prodamas Plus untuk kegiatan positif yang diselenggarakan oleh tim Pengurangan Resiko Bencana di setiap kelurahan. 

Sementara Widodo, Ketua Tim Penilai Lomba  Destana BPBD Provinsi Jatim  menyampaikan tim yang datang dibagi tugas untuk menilai Kelurahan Ngampel untuk lomba Destana tingkat Madya.

“Ada tim yang menilai administrasi dari Destana, ada yang di lapangan dengan cara menanyakan secara langsung kepada masyarakat secara acak," jelasnya.

Selain itu penilaian sarana dan prasarana berupa jalur evakuasi, titik kumpul, alat-alat penanggulangan saat ada bencana juga dinilai. 

Sementara tujuan dari lomba Destana tidak hanya untuk mencari kemenangan, namun tujuan utamanya untuk melakukan pembinaan kepada masyarakat.