Kediri, koranmemo.com – Penjualan bunga yang digunakan untuk dekorasi manten atau karangan bunga di Kota Kediri menurun drastis selama adanya pandemi Covid-19.
Penurunan yang dialami bahkan mencapai 75 persen jika dibandingkan dengan kondisi sebelum pandemi.
“Sebelum pandemi stok bunga di toko itu sampai kekurangan, dalam satu hari juga bisa ambil bunga di petani dua sampai tiga kali. Sekarang dengan permintaan yang sedikit mungkin baru beli di petani dua sampai empat hari sekali,” ujar Timbul Maulana, salah satu penjual bunga, Minggu (8/8/2021).
Ia menambahkan, sebelum pandemi dia biasa mendapatkan sepuluh pesanan untuk bunga dekorasi manten dalam satu bulan. Selama pandemi, pesanannya berkurang drastis, hanya ada dua sampai tiga pesanan dalam satu bulan.
Berbeda dengan kondisi sebelum pandemi, permintaan yang menurun membuat dia kebingungan untuk menghabiskan stok bunga yang ada di tokonya. Saat ini, dia juga tidak berani membeli bunga dari petani dalam jumlah besar.
Ia mengatakan, selama ini ia membeli bunga langsung dari petani yang berlokasi di Kota Batu. Meski harga dari petani tidak berubah, jaraknya yang cukup jauh dari Kota Kediri menjadi masalah tersendiri.
“Sekarang mau ambil di petani itu juga mikir – mikir, kalau beli sedikit akan rugi ongkos kirimnya, tapi kalau beli banyak juga belum tentu laku semua. Bunga itu dengan perlakuan yang benar, cuma bisa bertahan tiga sampai empat hari. Jadi kalau lebih dari waktu itu belum laku, mau tidak mau bunganya dibuang,” ujarnya.
Menurutnya, faktor utama penurunan permintaan bunga ini disebabkan oleh aturan pemerintah yang belum memperbolehkan acara hajatan dengan kapasitas yang besar.
Akibatnya, yang biasanya dia mendapatkan pesanan bunga untuk dekorasi seluas 8 meter x 10 meter, sekarang pesanannya hanya untuk dekorasi seluas 2 meter x 3 meter.

