KOPI PAID Setiap Pagi, Komunikasi Wali Kota Kediri dengan OPD dalam Penanganan Covid-19

Kediri Dalam Berita | 26/07/2021

beritajatim.com

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar

 

Kediri (beritajatim.com) – Setiap pagi, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar bersama Sekretaris Daerah Kota Kediri Bagus Alit menyapa seluruh Orgamisasi Perangkat Daerah (OPD)dalam KOPI PAID (Koordinasi Pagi Penanganan Covid-19) melalui zoom.

KOPI PAID dibentuk sebagai media komunikasi daring seluruh Satgas Covid-19 di Kota Kediri. Agar penanganan Covid-19 berjalan maksimal, terdapat delapan bidang yang dibahas dalam KOPI PAID dimana bidang-bidang ini sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Yakni, pelayanan kesehatan, tim ekonomi, tim bansos, tim penindakan, tim komunikasi, tim kawal oksigen, PPKM Mikro dan tim sarpras.

Koordinasi dalam KOPI PAID berjalan dengan suasana yang santai. Dimulai pada pukul 08.00 WIB hingga 10.00 WIB, secara bergantian OPD menyampaikan bagaimana kondisi penanganan Covid-19 di Kota Kediri.  Pembahasannya mulai dari rencana kerja hari ini, pelaksanaan lalu akan ada evaluasi. Apabila muncul permasalahan ataupun kendala maka akan dibahas secara mendetail untuk mencari solusinya dari lintas OPD ataupun dari pihak luar.

Berkat koordinasi dan kolaborasi yang apik dalam KOPI PAID ini, beberapa permasalahan yang terjadi berhasil mendapat solusinya. Bahkan antar OPD saling membagikan tips dalam menangani permasalahan. Seperti banyak warga yang tidak mau di_tracing_ dan ditesting. Padahal langkah ini penting dilakukan dalam penanganan Covid-19. Di salah satu kelurahan ada yang berhasil mengajak warganya untuk mau ditracing dan ditesting dengan cara melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat untuk memberikan contoh.

Wali Kota Kediri mengungkapkan saat ini semua unsur pemerintah fokus dalam penanganan Covid-19. Penanganan Covid-19 harus dilakukan secara cepat dan tepat. Maka koordinasi dan kolaborasi sangat diperlukan untuk mendapat solusi dari setiap permasalahan yang terjadi.

“Penanganan Covid-19 ini harus cepat karena ini masalah serius yang menyangkut nyawa. Koordinasi harus terus tetap dilakukan. Di KOPI PAID ini kita cari solusinya bareng-bareng agar Covid-19 di Kota Kediri tertangani dengan baik,” ujarnya.

Warga Diminta Kooperatif 3T

Pemkot Kediri saat ini meningkatkan target tracing dan testing harian untuk mengurangi kasus Covid-19 di Kota Kediri. Hal ini masih terkendala banyaknya warga Kota Kediri yang tidak paham pentingnya tracing , testing , dan treatment (3T). Sebaliknya, mayoritas warga telah terbiasa menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak (3M). Padahal, kedua hal tersebut merupakan satu paket dalam memutus mata rantai penularan covid-19. Untuk itu, Wali Kota Kediri menghimbau masyarakat kooperatif mengikuti 3T.

Seperti contoh kasus di salah satu kelurahan di Kecamatan Pesantren, warga di sana satu RT kompak menolak dilakukan pelacakan kontak ( tracing ) dan swab antigen. Padahal ada warga di RT tersebut meninggal dunia setelah dinyatakan positif Covid-19.

“Petugas telah mendatangi rumah keluarga pasien yang meninggal terkonfirmasi positif Covid-19. Kami melihat di dalam rumah ada orang, bahkan petugas sudah menggedor pintu berkali-kali, namun tidak satupun yang keluar,” kata Kepala Puskesmas Pesantren II Dwi Nugraheni.

Menanggapi kendala tersebut, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menghimbau masyarakat untuk mendukung 3T. Wali Kota Kediri melanjutkan, saat ini target _ testing_ harian di Kota Kediri mencapai 624 tes dengan target tracing 1 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 15 hingga 30 orang yang melakukan kontak erat. “Saya minta warga bersedia mengikuti proses tracing atau penelusuran kontak kasus positif serta melakukan testing atau pengecekan kesehatan melalui rapid test dan test swab. Karena jika dilihat varian delta ini penyebarannya lebih cepat, sembuhnya lebih cepat, namun kematian pun juga jadi lebih cepat,” ujarnya.

Selain itu, Wali Kota Kediri meminta warga untuk tidak takut karena apabila hasil test positif, dapat segera dilakukan treatment sehingga virusnya tidak menyebar, lebih mudah terselamatkan jiwanya dan mendapat bantuan dari pemerintah. “Warga tidak perlu khawatir untuk kebutuhan sehari-hari, Pemerintah Kota Kediri sudah menyiapkan bantuan melalui Dinas Sosial ataupun Batman,” jelasnya.

Petugas beri Bansos ke warga yang isolasi mandiri

Sejauh ini, Pemerintah Kota Kediri telah melakukan penanganan pandemi Covid-19 mulai dari hulu hingga hilir. Penanganan di hulu seperti halnya pembatasan mobilitas dan penerapan protokol kesehatan, sementara penanganan di hilir berupa pelayanan isolasi mandiri, pelayanan isolasi terpusat dan pelayanan kesehatan di RS.

“Kalau penanganan di hulu tidak dilakukan secara maksimal, maka di hilirnya kita tidak mampu mengatasinya. Berapapun penambahan jumlah tempat tidur yang akan kita sediakan tidak akan mampu menampung jumlah pasien covid yang dirawat di Rumah Sakit apabila penanganan di hulu tidak dilakukan secara maksimal,” kata Wali Kota Kediri.

Wali Kota Kediri juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada warga Kota Kediri yang sedang menjalani isolasi mandiri karena ia telah bekerja sama dengan pemerintah dengan bersedia mengikuti tracing , testing dan treatment . Menurut Wali Kota Kediri, ini adalah pahlawan yang diperlukan untuk mengurangi penyebaran virus Covid-19 agar pandemi ini cepat berakhir.

Pelayanan Isoman melalui ‘Batman’

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar telah meluncuran program Bantuan Isoman (Batman). Program bantuan untuk warga yang menjalani isolasi mandiri karena terpapar Covid-19 ini dapat akses deteksicorona.kedirikota.go.id pada tingkat kelurahan. Website ini telah terintegrasi dengan seluruh puskesmas, laboratorium, dan rumah sakit di Kota Kediri yang melayani tes Rapid dan Swab PCR.

Dari website tersebut, lurah dapat melacak warga yang sedang melakukan isoman. Sehingga kelurahan lebih mudah mengajukan permohonan bantuan ke Dinas Sosial dan juga penyaluran Bantuan Isoman (Batman).

“Langkah ini dilakukan agar Bantuan Isoman (Batman) dapat tersalurkan merata dan tepat sasaran. Selain itu, agar kondisi warga lebih cepat terpantau dan dipenuhi segala kebutuhannya, karena saat ini masih ada warga isoman di Kota Kediri yang belum berani berterus terang pada RT/RW atau bahkan lurah mengenai kondisi mereka,” ujar Mas Abu.

Selain pengkondisian Batman, lurah juga dapat membantu warga isoman segera mendapatkan layanan kesehatan ketika kondisinya memburuk, dengan menghubungkan pada Layanan Kontak Corona Kota Kediri. Call center ini terhubung dengan Public Safety Center (PSC) yang siaga 24 jam. Nantinya, call center akan meneruskan informasi ke PSC yang beranggotakan tim puskesmas dan rumah sakit di Kota Kediri untuk melakukan penanganan.

Lurah atau warga Kota Kediri dapat menghubungi Layanan Kontak Corona Kota Kediri untuk mengajukan pertanyaan dan aduan seputar COVID-19 melalui nomor (0354) 289400 dan WA 08113787119.

Gandeng ‘Si Jamal’ Hadapi PPKM Darurat

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengajak semua pihak gotong royong mengatasi persoalan Covid 19 dan dampaknya. Selain menerjunkan ASN dari semua organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menyalurkan bantuan sosial, Abdullah Abu Bakar juga menggandeng delapan lembaga amal yang tergabung dalam Si Jamal.

Menurut Mas Abu,  lembaga amal selain bisa menggalang bantuan, memberi informasi warga yang membutuhkan bantuan, juga mempercepat tersampaikannya bantuan kepada warga. “Untuk percepatan pada saat ada lonjakan warga yang menjalani isolasi mandiri, kita ajak Si Jamal mendistribusikan bantuan”, ungkapnya.

Si Jamal mendistribusikan sebanyak 53 paket untuk keluarga yang menjalani isolasi di 3 kelurahan yakni, Kemasan, Banjar Melati dan Tamanan. Menurut Elwin Roodhiana Mufida selaku Koordinator Si Jamal untuk hari ini setelah data diperoleh dari Dinsos mendapat konfirmasi dari kelurahan selanjutnya Si Jamal langsung mendistribusikan paket ke posko tiap kelurahan.

“Selain mendistribusikan kami juga menambahkan paket bantuan sosial dari Dinas Sosial dengan lauk kaleng dari super qurban dan super gizi,” ujar Elwin.

Sementara itu Leni Febriana salah satu warga Tamanan yang melakukan isolasi mandiri mengaku sangat bersyukur dengan  keterlibatan Si Jamal.
“Kami sangat terbantu dan berterima kasih dengan bantuan dari Dinsos dan juga Si Jamal. Alhamdulillah sudah mencukupi untuk kebutuhan makan sehari hari saat isolasi” tutupnya.

Libatkan Peran Ibu PKK

Dalam penanganan Covid-19 khusus terhadap warga yang menjalani isolasi mandiri di rumah setelah terkonfirmasi positif Covid-19, Pemkot Kediri melibatkan berbagai pihak, salah satunya kaum ibu. PKK Kota Kediri digerakkan untuk menyiapkan makanan bagi warga isoman.

Ketua PKK Kota Kediri, Ferry Silviana Abu Bakar mengatakan, selain menyiapkan makanan dari dapur tersebut, ia juga memesan dari pedagang kaki lima. Kemudan didistribusikan ke warga yang isoman di seluruh Kota Kediri.

“Kegiatan ini sudah berjalan 3 hari. Rata-rata ada 50 bungkus yang didistribusikan ke warga yang isoman dan ke depannya akan semakin bertambah. Sebagian juga kami pesan dari pedagang kaki lima, sekaligus untuk melariskan dagangan PKL,” kata Bunda Fey di rumah dinas.

Bunda Fey menambahkan, bantuan makanan berupa nasi bungkus dari Dapur TP PKK Kota Kediri ini sebagai pelengkap dari bantuan yang telah diberikan Pemkot Kediri, Batman, dan Si Jamal. Selain nasi bungkus, PKK Kota Kediri juga memberikan buah dan masker kain bantuan dari Bayleaf.id di dalam paket tersebut.

Paket nasi bungkus dan pelengkap yang diberikan, berasal dari dana swadaya anggota PKK Kota Kediri. Namun, PKK Kota Kediri tidak menutup kesempatan bagi segala pihak yang ingin ikut berdonasi. Nantinya, PKK Kota Kediri akan membantu menyalurkan ke rumah warga isoman.

Untuk penyaluran, PKK Kota Kediri dibantu relawan kurir dari Sayuki Delivery untuk mengantarkan sesuai rute yang telah dibagi. PKK Kota Kediri telah mengantongi data berupa alamat dan bukti swab warga Kota Kediri yang membutuhkan bantuan melalui lampiran pendaftaran online.

Bunda Fey pun menyampaikan, bantuan nasi bungkus tersebut akan terus disalurkan tiap hari hingga warga tersebut selesai isoman.

“Kami mengecek melalui hasil swab yang sudah dilampirkan. Semoga saja semakin banyak warga yang sembuh dan pandemi ini segera berakhir. Dan bagi para ibu, peran ibu di dalam keluarga sangat penting untuk mengingatkan prokes anggota keluarga. Karena saat ini lingkup penyebarannya sudah semakin dekat,” pungkas Bunda Fey