Sablon Kaos Kartun dan Quote Cara Distro di Kediri Bertahan di Tengah Pandemi

Kediri Dalam Berita | 01/07/2021

Sablon Kaos Kartun dan Quote Cara Distro di Kediri Bertahan di Tengah Pandemi

meski omset menurun di tengah pandemi, namun usaha sablon kaos Charge City mampu terus bertahan

AGTVnews.com – Pandemi Covid-19 berdampak di semua sektor, bahkan perekonomian masyarakat harus mengalami penurunan. Demikian juga usaha-usaha yang mulai dirintis, harus mengalami mati suri ataupun bahkan turun omset.

Mereka harus melakukan beberapa terobosan agar produk mereka bisa kembali eksis dan usaha mereka kembali berjalan.

Salah satunya adalah usaha yang dilakoni oleh Rendy Agung Santoso, warga Kaliombo Kota Kediri. Pria 34 tahun ini membuka usaha sablon kaos sejak 2010 lalu. Banyak sekali pesanan yang masuk, usaha itupun berkembang pesat.

Namun sejak adanya Covid-19 di tahun 2020, usaha yang dilakoninya mulai tenggelam. Lockdown wilayah, dan dilarangnya beberapa event membuat usaha kaos miliknya seperti mati.

“Usaha sablon ini saya beri nama Charge City. Awalnya sih, usaha sablon kaos ini cukup berkembang. banyak komunitas-komunitas yang memesan kaos, apalagi harga yang saya tawarkan pun cukup terjangkau dan kualitasnya juga bagus. Tapi sejak pandemi, usaha ini jadi tersendat,” jelasnya, Rabu (30/6/2021).

Rendy harus putar otak, agar usahanya ini tetap bisa menghasilkan rupiah dan bisa untuk kehidupannya. Akhirnya dia kembangkan usaha sablonnya, tidak hanya untuk kaos dan atasan saja. Namun juga untuk kelengkapan fashion lainnya seperti bawahan maupun tas.

“Kita cirikan produk kita untuk kartun dan quote positif yang menyenangkan. Sasaran awal adalah para anggota komunitas, yang sebelum corona sempat booming. Kalau sekarang rata, sasarannya untuk anak muda,” ucapnya.

Dengan sepinya beragam event dan kegiatan sangat berpengaruh terhadap usahanya. Namun kini, lambat laun Charge City sudah kembali bangkit. Kini omset yang didapat Rudy berkisar antara Rp 25 juta hingga Rp 35 juta. Angka ini menurun drastis dibanding sebelum pandemi.

Dengan metode sablon kaos manual dan mesin DTG atau print yang dimilikinya saat ini, Rendy berharap usaha yang dirintisnya ini bisa terus eksis dan bangkit di masa pandemi ini.