Pemkot Kediri Klaim Vaksinasi Covid-19 untuk Tenaga Medis dan Pelayan Publik Lampaui

Kediri Dalam Berita | 30/06/2021

 

KEDIRI, KOMPAS.com - Satgas Covid-19 Kota Kediri, Jawa Timur, mengeklaim pencapaian vaksinasi Covid-19 berdasarkan target sasaran di wilayahnya sudah lebih 100 persen. Juru bicara Satgas Covid-19 Kota Kediri Fauzan Adima mengatakan, sejak diluncurkan, Pemkot Kediri terus menggalakkan vaksinasi tenaga kesehatan, lansia, dan masyarakat umum. Baca juga: Setelah Ada Rekomendasi, Pemprov DIY Bakal Vaksinasi Anak-anak di Sekolah Untuk tenaga medis, pelayan publik, dan lansia, Pemkot Kediri mengeklaim sudah mencapai target. Ia mencontohkan, vaksinasi bagi tenaga kesehatan yang ditargetkan sekitar 5.000 orang, di Kota Kediri sudah mencapai 6.000 orang. Begitu juga dengan target sasaran tenaga pelayanan publik dan lansia. Untuk lansia, sudah mencapai 80 persen. "Lansia target 18.000, kita sudah 80 persen. Jadi kalau dirata-rata sudah 100 persen lebih," terang Fauzan dihubungi, Selasa (29/6/2021). Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email Adapun vaksinasi berdasarkan jumlah masyarakat, kata Fauzan, hingga saat ini sudah menjangkau 40 persen dari kebutuhan target sebanyak 197.000 masyarakat umum. Fauzan menambahkan, selama pelaksanaan vaksinasi tidak ada temuan kasus efek samping berat pascavaksin. Kalau pun ada, hanya dampak ringan seperti lapar dan demam. Ia juga mengajak masyarakat mengikuti vaksinasi Covid-19 untuk menekan penyebaran Covid-19. Beberapa tips darinya untuk masyarakat yang hendak vaksin. Sebelum vaksin sebaiknya beristirahat dengan cukup dan makan makanan bergizi. Seminggu sesudah vaksin, masyarakat harus menjaga kondisi agar respons tubuh terhadap vaksin bagus. Selain itu, juga harus tetap menjaga protokol kesehatan. Sementara itu, jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Kediri juga mengalami peningkatan seperti daerah lainnya. Baca juga: Belasan Hari Terombang-ambing di Laut, Nelayan Ini Makan Beras dan Minum Air Hujan untuk Bertahan Hidup Data pada Senin (28/6/2021), terdapat tambahan sebanyak 14 kasus sehingga jumlah total selama ini mencapai 1.522 kasus. Dari jumlah itu sebanyak 1.279 orang dinyatakan sembuh, 151 orang meninggal, serta 92 orang masih menjalani perawatan.