TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Dinas Sosial (Dinsos) dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Kediri telah menyelesaikan pembuatan dokumen kependudukan Mbah Sri Wartini dan dua cucunya.
Triyono Kutut Purwanto, Kepala Dinas Sosial Kota Kediri menjelaskan, telah berkoordinasi dengan Dispendukcapil menyelesaikan dokumen kependudukan Mbah Sri Wartini berupa kartu keluarga (KK) dan kartu tanda penduduk (KTP).
Dengan selesainya dokumen kependudukan itu, Mbah Sri sudah tercatat sebagai warga Kota Kediri. Selanjutnya petugas segera mengurus jaminan sosial bagi Mbah Sri Wartini beserta cucunya.
Sebelumnya status kependudukan Mbah Sri dan cucunya tercatat warga Kalimantan. Kedua cucunya ikut Mbah Sri sejak balita karena kedua orang tuanya telah meninggal.
Petugas sempat mengalami kesulitan untuk mengajak Mbah Sri dan kedua cucunya pindah tempat tinggal dari kamar kos ke barak sosial Semampir.
Setelah tercatat sebagai warga Kota Kediri, petugas akan lebih mudah dalam melakukan kepengurusan jaminan sosial, baik untuk kesehatan maupun kehidupan sehari-hari.
Dijelaskan Triyono Kutut, selanjutnya petugas segera mengusulkan dan mengusahakan biaya hidup bagi Mbah Sri dan cucunya.
"Pemerintah Kota Kediri akan menanggung biaya hidup simbah dan cucunya, apalagi nanti waktu dipindahkan sementara ke barak untuk keperluan tempat tinggal, makan, dan minum juga sudah terjamin," ujarnya, Selasa (29/6/2021).
Dijelaskan Luluk Nita Kumala, Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial Kota Kediri, untuk keperluan pendidikan dari kedua cucu Mbah Sri, pihaknya akan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Kediri.
"Untuk urusan pendidikan, kami akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan supaya dapat mencarikan sekolah untuk kedua cucu simbah dan bantuan biaya pendidikan," ungkapnya.
Dijelaskan, petugas akan memberikan pembinaan kepada Mbah Sri dan cucunya untuk sementara dipindahkan di barak sosial yang ada di Kelurahan Semampir.
"Kami bina dulu, terutama tentang bagaimana menjaga kesehatan, membudayakan pola hidup bersih dan sehat. Sehingga ketika nanti pindah ke tempat yang baru kesehatan dan kebersihan lebih tertata," harapnya.
Sementara Kasi Penyelenggara Jaminan Sosial Dinas Sosial Kota Kediri, Nur Sulaiman Ghozali mengatakan, perlu usaha yang lebih untuk membiasakan simbah dan cucu-cucunya saat pindah ketempat baru yang lebih layak, bisa menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
Petugas akan melakukan pendekatan lagi supaya Mbah Sri bersedia untuk sementara pindah ke barak di Kelurahan Semampir untuk dilakulan pembinaan sebelum nanti pindah ke tempat yang baru.
"Saat ditawarkan untuk pindah ditempat baru simbah masih menolak. Kami akan lakukan pendekatan lagi untuk kebaikan Mbah Sri dan cucu-cucunya," ungkapnya.