Manajemen Persik Kediri Kecewa Liga 1 2021 Ditunda, Manajer Tim Macan Putih: Sangat Disayangkan

Kediri Dalam Berita | 30/06/2021

Tribun Jatim

 
Tribun Jatim Network/Farid Mukarrom
 
Manajer Persik Kediri Muhammad Syarif Hidayatullah saat diwawancarai di Stadion Brawijaya Kediri Selasa (29/6/2021) 
 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Farid Mukarrom

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Manajer Persik Kediri Muhammad Syarif Hidayatullah mengaku kecewa dengan keputusan penundaan kick off Liga 1 2021.

Ditemui di Stadion Brawijaya Kediri, Muhammad Syarif Hidayatullah mengaku sebenarnya ia belum tahu informasi mengenai keputusan penundaan kompetisi Liga 1 2021.

"Sampai tadi siang saya belum tahu isu mengenai itu. Hingga akhirnya tadi sore saya dengar kabar sekjen mengumumkan Kompetisi Liga 1 2021 ditunda sampai akhir Juli," ujarnya Selasa (29/6/2021).

Syarif Hidayatullah mengaku sangat menyayangkan keputusan PSSI mengenai penundaan kompetisi Liga 1 2021.

"Sangat disayangkan karena klub juga sudah mempersiapkan dengan baik dan gak hanya Persik saja, klub lain Liga 1 juga mempersiapkan dengan baik," tuturnya.

Bahkan menurut Syarif keputusan ini, sangat merugikan pihaknya selaku perwakilan Persik Kediri yang menjadi peserta di dalam Liga 1 2021.

Menurut Syarif pihaknya masih menunggu surat resmi dari PSSI terkait penundaan kompetisi Liga 1 2021.

"Harusnya dalam beberapa hari ini sudah ada manajer meeting dengan PSSI," ucapnya.

Alhasil pecinta sepak bola Indonesia harus kembali menunda keinginannya menyaksikan tim-tim Tanah Air berkompetisi.

Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2021 secara resmi ditunda hingga akhir Juli 2021 mendatang.

Keputusan PSSI dan PT Liga Indonesia baru (LIB) menunda kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2021 disampaikan langsung Sekjen PSSI, Yunus Nusi, Selasa (29/6/2021).

"PSSI telah menerima surat dari Satgas Covid yang ditandatangani Kepala BNPB Ganif Warsito. Isinya permintaan PSSI dan PT LIB untuk menunda pelaksanaan kompetisi Liga 1 dan Liga 2," ujar Yunus Nusi dalam press conference virtual dikutip dari laman Kompas.com, Selasa (29/6/2021).

Penundaan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 2021 ini menyusul kembali meroketnya angka kasus Covid-19 di Indonesia, tak terkecuali di Jawa dan sekitarnya.

PT LIB sendiri sebenarnya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyusun konsep kompetisi dengan tingkat risiko seminim mungkin.

Upaya dari PT LIB dan PSSI pun diganjar dengan turunnya izin tertulis yang diberikan otoritas keamanan pada 31 Mei 2021 kemarin.

Bahkan, izin keramaian tersebut diserahkan langsung oleh Kapolri Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo dan diterima secara simbolos oleh Menpora Zainudin Amali.

Namun, nyatanya perencanaan yang matang dan izin tertulis tidak cukup menjadi garansi bergulirnya kompetisi musim 2021.

Sebelumnya, turnamen Piala Wali Kota Solo 2021 juga ditunda pelaksanaannya, Senin (28/6/2021).

Melonjaknya angka kasus Covod-19 menjadi alasan tdiak mendapatkan izin dari kepolisian.

Bahkan, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Kapolda Jateng menelpon langsung Wali Kota Sulo, Gibran Rakabuming supaya menunda turnemen tersebut hingga batas waktu tak ditenukan.

Tidak ada artikel terkait