Cucu Tukang Becak Dapat Bantuan Pendidikan Pemkot Kediri, Dibelikan Laptop untuk Kuliah

Kediri Dalam Berita | 21/06/2021

Tribun kediri

 
TRIBUNJATIM.COM/DIDIK MASHUDI
 
Nadia Putri Cantika (19), cucu tukang becak yang menjadi penerima bantuan pendidikan Pemkot Kediri, Jumat (18/6/2021). 
 

Reporter: Didik Mashudi | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Bantuan pendidikan bagi mahasiswa yang diberikan Pemkot Kediri sangat membantu masyarakat yang ingin meneruskan kuliah di perguruan tinggi.

Seperti yang dirasakan Nadia Putri Cantika (19) satu dari 123 penerima bantuan pendidikan Pemkot Kediri.

Pandemi Covid-19 yang mengharuskannya kuliah secara daring dirasa sulit bagi Nadia.

Masalahnya, laptop yang digunakan termasuk keluaran lama dan harus bergantian dengan saudaranya.

“Laptopnya sering nge-lag, jadi sulit dioperasikan,” ungkap Nadia di rumahnya, Jumat (18/6/2021).

Namun kini, Nadia merasa lega karena lolos seleksi bantuan pendidikan bagi mahasiswa Kota Kediri.

Cairnya dana beasiswa dari Pemkot Kediri, akan dibelikan laptop untuk menunjang kuliahnya.

Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya Jurusan Manajemen Pendidikan ini sudah 3 tahun ikut tinggal bersama kakek neneknya.

Kakeknya, Samsul Rifa’i (69), menjadi tulang punggung keluarga dengan bekerja sebagai tukang becak di Jalan Brawijaya Kota Kediri.

“Pemasukan harian tidak menentu, terutama saat pandemi Covid-19 seperti ini,” ungkapnya.

Selama pandemi, Nadia juga sesekali bekerja membantu di catering. Info beasiswa yang dibuka bulan April didapat Nadia dari temannya.

Saat pendaftaran, dia menulis kebutuhan pembelian laptop dan printer.

Diungkapkan Ratnawati (65) nenek Nadia, ia sangat bersyukur Pemkot Kediri memberikan beasiswa untuk membantu kuliah cucunya.

“Kemarin itu yang penting berusaha dulu, kalau diterima alhamdulillah. Kalau tidak nggih (ya) yang penting sudah mencoba,” ujarnya.

Doa selalu dicurahkan Ratnawati untuk Nadia, berharap ijabah segala kebutuhannya, dan selalu menjadi anak sholehah.

Tahun ke-6 program bantuan pendidikan ini berlangsung, Pemkot Kediri telah memberikan bantuan kepada 2.479 mahasiswa.

Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar berharap, bantuan pendidikan sebesar Rp 5 juta per tahun jadi pelecut semangat mahasiswa Kota Kediri untuk melanjutkan kuliah dan meningkatkan potensi serta prestasinya.

"Mudah-mudahan bantuan ini bisa membantu adik-adik untuk melanjutkan kuliah. Pemberian bantuan ini juga harus didukung dengan IPK minimal 3.0," jelasnya.

Abdullah Abu Bakar meminta dipertahankan, karena selain untuk persyaratan, dengan nilai IPK yang tinggi biasanya juga sangat berpengaruh ketika masuk dunia kerja.

"Untuk bekerja biasanya IPK-nya minimal 2,75. Tapi adik-adik IPK-nya harus di atas itu, agar ke depannya mudah mencari kerja," ujarnya.

Nadia memiliki harapan, kelak bisa menjadi sosok penting yang mampu mengoptimalkan dunia pendidikan.

“Ingin jadi kepala sekolah, mengoptimalkan pendidikan secara merata,” jelasnya.