Strategi Kota Kediri Percepat Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi, Dorong UMKM Masuk Marketplace

Kediri Dalam Berita | 14/06/2021

Tribun kediri

 
ISTIMEWA/Dok Humas
 
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menjadi narasumber dalam Workshop Pengelolaan Anggaran Pemulihan Pascapandemi di Kota Ambon, Jumat (11/6/2021). 
 

Reporter: Didik Mashudi | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar memaparkan strategi Pemerintah Kota Kediri dalam mempercepat pemulihan ekonomi di masa pandemi virus Corona ( Covid-19 ) yang telah berlangsung hampir 1,5 tahun. 

Berbagai strategi itu dipaparkan saat Wali Kota Kediri menjadi narasumber dalam Workshop Pengelolaan Anggaran Pemulihan Pasca Pandemi di Kota Ambon, Jumat (11/6/2021).

Di masa pandemi Covid-19, Wali Kota Kediri menilai digitalisasi ekonomi dengan memanfaatkan media sosial dan marketplace menjadi langkah yang tepat untuk memulihan perekonomian. 

Bila melihat data dari Hootsuite, pengguna aktif sosial media mengalami peningkatan dari 160 juta di tahun 2020 menjadi 170 juta di tahun 2021. 

Sehingga Pemerintah Kota Kediri mendorong UMKM untuk go digital dan masuk ke marketplace.

“Saya rasa ini solusi cerdas pulihkan ekonomi UMKM. Kita juga kerjasama dengan marketplace," ungkapnya.

Namun Wali Kota juga menemukan ada sedikit masalah di mana ongkos kirimnya terlalu mahal.

"Nah inilah yang menjadi tugas kita bersama. Mungkin kita bisa lakukan intervensi agar ongkos kirim tidak terlalu mahal,” ujarnya.

Dijelaskan langkah-langkah Pemerintah Kota Kediri dalam pemulihan ekonomi dengan digitalisasi produk UMKM.

Langkah pertama, yang diambil adalah memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan produk-produk UMKM di Kota Kediri. 

Kemudian selanjutnya, dengan menghadirkan pelaku usaha untuk mengikuti sesi kuratorial.

Kegiatan ini sangat penting untuk menakar kesiapan pelaku usaha dalam memasuki pemasaran digital  serta menentukan program pendampingan yang tepat.

Kemudian dilakukan langkah pendampingan dengan workshop-workshop optimalisasi penjualan di marketplace, pelatihan digital marketing, dan workshop merawat kedai kopi di masa pandemi.
Selanjutnya, Pemerintah Kota Kediri juga melakukan kerja sama dengan salah satu marketplace yakni Tokopedia dengan menggelar Mall UMKM Kediri Sale 2020. 

“Dampaknya cukup luar biasa pada UMKM. Meningkatnya penjualan produk selama berjalannya program, semakin banyak pelaku UMKM Kota Kediri yang membuka akun di Tokopedia sebagai seller baru, dan secara umum, menggugah kesadaran UMKM lokal untuk segera on boarding di platform marketplace. Ini cara yang tepat untuk memulihkan UMKM di masa pandemi seperti saat ini,” jelasnya.

Ditambahkan berbagai upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Kediri  harus terjadi keberlanjutan.

Diantaranya, Dekranasda Kota Kediri memberikan pelatihan cara menulis caption. 

Seperti diketahui dalam penjualan produk melalui media sosial ataupun marketplace, caption dapat menjadi kekuatan untuk menarik minat pembeli.

“Dari pelatihan itu ditemukan bahwa ternyata orang itu suka diceritain. Sebelum mereka jualan produk harus diceritain dulu supaya tertarik. Membuat captionnya harus yang pendek dan menarik. Tidak yang panjang seperti koran,” ungkapnya.

Terakhir, Wali Kota Kediri menekankan bahwa digitalisasi ini menjadi kunci. Migrasi ke pemasaran digital bukanlah pilihan namun keharusan. 

Apalagi di era pandemi saat pergerakan orang dibatasi, pergerakan barang justru meningkat.

“Kita dari pemda harus terus mendorong UMKM untuk melakukan digitalisasi karena marketnya ada di sana,” pungkasnya.