TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Pertemuan koordinasi pencegahan kerumunan tempat usaha yang berpotensi menimbulkan keramaian berlangsung di Kantor Kelurahan Mojoroto, Kota Kediri, Jumat (11/6/2021).
Kegiatan ini dihadiri Kanit Binmas Polsek Mojoroto Zainuri, Kasi Trantib Satpol PP Sentot Nanang, Paguyuban Pengusaha Bantaran Sungai Brantas, Ketua RW 7, Ketua RT 21, tiga Pilar Kelurahan Mojoroto, dan para pelaku usaha.
Achmad Koharudin, Lurah Mojoroto mengumpulkan para pelaku usaha di lingkungannya untuk diberi pengarahan tertib protokol kesehatan.
Koordinasi dilakukan setelah ada laporan terjadinya kerumunan di warung-warung Bantaran Sungai Brantas. Upaya itu sekaligus meningkatkan kesadaran untuk mematuhi protokol kesehatan.
“Pemerintah tidak bermusuhan dengan pelaku usaha, tapi bekerja sama untuk menanggulangi mewabahnya virus corona,” kata Achmad Koharudin.
Dijelaskan, aparat tidak menginginkan di Kota Kediri terjadi kondisi serupa di Kota Kudus dan Kabupaten Bangkalan.
Seperti yang diketahui, pasca Lebaran 2021 terjadi tren peningkatan kasus Covid-19 baik di Jawa Timur dan Nasional.
Sementara Bambang Tri Lasmono, Camat Mojoroto menyampaikan, pertemuan dengan pelaku usaha menjadi upaya Pemkot Kediri memulihkan ekonomi dengan peningkatan protokol kesehatan sesuai arahan Walikota Kediri.
Sementara hasil dari koordinasi, disepakati bahwa para pelaku usaha dipersilakan membuka warungnya mulai pukul 08.00 WIB dan tutup total pukul 18.00 WIB.
Baca juga: Satpol PP Kota Kediri Segel Warung Tempat Pesta Miras di Bantaran Sungai Brantas
Selain itu, lahan parkir dibuat lebih tertib agar tidak terjadi kerumunan. Akan ada petugas Linmas berseragam dengan membawa pengeras suara berkeliling untuk mengingatkan pengunjung agar taat protokol kesehatan.
Sementara Isya, salah satu pemilik warung di Bantaran Sungai Brantas, menjelaskan sejak Lebaran lokasi di sepanjang Bantaran Sungai Brantas ramai pengunjung.
“Pemandangan bagus dan banyak orang-orang menikmati suasana di situ,” jelasnya kepada TribunJatim.com.
Diharapkan setelah koordinasi itu, pengunjung lebih tertib dan tidak terjadi kerumunan baik di sepanjang Bantaran Sungai Brantas dan area-area rawan kerumunan di Kelurahan Mojoroto.
Selain kawasan Bantaran Sungai Brantas yang ditutup, penutupan sementara oleh Satpol PP Kota Kediri juga terjadi di Mc Donald salah satu gerai makanan cepat saji di Kota Kediri.
Penyebabnya, adanya kerumunan ojek online yang berjubel mengantre bertepatan promo gerai tersebut. Penutupan usaha selama 3 hari diberikan sebagai sanksi atas pelanggaran protokol kesehatan.