Persiapkan Pelaksanaan Prodamas Plus 2022, Pemkot Kediri Kucurkan Rp 100 Juta Per RT

Kediri Dalam Berita | 09/06/2021

Surya

 
surya/didik mashudi
 
Sosialisasi Perencanaan Prodamas Plus Tahun Anggaran 2022 di Ruang Joyoboyo, Balai Kota Kediri, Senin (7/6/2021). 
 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - Dana untuk pemberdayaan warga di level RT di Kota Kediri melalui program pemberdayaan masyarakat (Prodamas) plus bakal dikucurkan pada 2022. Di mana alokasi anggaran Prodamas Plus mencapai Rp 100 juta per RT per tahun yang akan mencakup enam bidang kegiatan.

Enam kegiatan yang harus dikembangkan setiap RT dengan dana Prodamas Plus itu adalah Bidang Infrastruktur, Kesehatan, Sosial Budaya, Ekonomi, Pendidikan dan Kepemudaan.

Hal itu disampaikan Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar dalam Sosialisasi Perencanaan Prodamas Plus Tahun Anggaran (TA) 2022 di Ruang Joyoboyo, Balai Kota Kediri, Senin (7/6/2021). Abu Bakar mengungkapkan, ada beberapa poin perubahan mendasar dalam pelaksanaan Prodamas Plus Tahun Anggaran 2022 mendatang.

Perubahan tersebut akan menjadi pedoman bersama agar memiliki satu pemahaman untuk Prodamas Plus 2022. Adapun dasar hukum tentang Pedoman Teknis Pelaksanaan Prodamas Plus Tahun Anggaran 2022 adalah Perwali Nomor 32 Tahun 2021.

Mas Abu - sapaan wali kota - juga menggarisbawahi prinsip pengelolaan Prodamas Plus yang harus partisipatif bukan hanya top down atau Pokmas saja. Namun semua harus urun rembug dan berfikir agar Prodamas Plus memiliki dampak lebih bagus.

“Prodamas ruhnya adalah pemberdayaan masyarakat. Jadi kita mengajak masyarakat untuk berpartisipasi. Kelurahan juga harus memikirkan supaya dampaknya jauh lebih bagus," ungkapnya.

Dikatakan Mas Abu, dari kelurahan rembugan, Pokmas rembugan kemudian disatukan dan didiskusikan serta diputuskan bersama-sama. Karena yang bisa memajukan kelurahan adalah orang di kelurahan tersebut.

Sementara pada tahap perencanaan, jika sebelumnya perencanaan diawali dari rembug warga, untuk Prodamas Plus TA 2022 nanti diawali dengan Musyawarah Kelurahan (muskel). Kemudian dilakukan rembug RT yang dihimpun dan diverifikasi di kelurahan.

Selanjutnya diverifikasi di kecamatan, kemudian diverifikasi di tingkat kota hingga diinput dalam rencana kegiatan anggaran (RKA).

Sedangkan untuk infrastruktur, prioritas pembangunan pada Prodamas yang sebelumnya ada pada lingkup RT/RW maka pada Prodamas Plus tahun 2022 da di tingkat kelurahan. Disediakan 25 - 30 persen dari plafon anggaran untuk penyelesaian masalah atau mendukung pengembangan potensi unggulan (Kampung Keren).

“Kalau sudah bikin Kampung Keren, lalu di situ ada aktifitas ekonomi. Maka yang mengisi aktifitas ekonominya adalah warga di situ supaya nanti ada dampak positif dan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelasnya.

Perubahan Pelaksanaan Prodamas Plus 2022 lainnya adalah harus dibentuk tahun ini. Bansos natura untuk warga miskin (gakin) tidak diperbolehkan diusulkan di Prodamas, agar fokus ditangani Dinas Sosial.

Di bidang kesehatan, warga didorong untuk lebih mengoptimalkan percepatan penanganan stunting dengan optimalisasi pengadaan peralatan Posyandu. Terutama Posyandu Balita, optimalisasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan vitamin terutama untuk Posyandu Balita.

Diharapkan Prodamas Plus dapat memberikan manfaat dan berdampak luar biasa bagi masyarakat.
“Pembangunan melalui Prodamas harus luar biasa dan kuat. Saya minta digarap sendiri oleh masyarakat sehingga nanti bisa menggerakkan perekonomian di Kota Kediri,” ungkapnya.