Kota Kediri Siapkan Posbindu untuk Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular

Kediri Dalam Berita | 04/06/2021

Surya

 
SURYA.CO.ID/Didik Mashudi
 
Masyarakat melakukan pengecekan kesehatan untuk deteksi dini penyakit tidak menular di Posbindu Kelurahan Betet, Kota Kediri, Kamis (3/6/2021). 
 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - Masyarakat Kota Kediri yang berusia 15 tahun ke atas sekarang dapat melakukan deteksi dini dan konsultasi faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) dengan datang ke Pos Binaan Terpadu (Posbindu) di setiap kelurahan.

Gerakan Serentak Sadar Posbindu PTM di 46 kelurahan dilakukan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Kediri, Ferry Silviana Abu Bakar di Kelurahan Betet, Kamis (3/6/2021).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, dr Fauzan Adima mengungkapkan, Posbindu ini biasa dilakukan selama satu bulan sekali.

Diharapkan seluruh warga mulai dari remaja ataupun usia produktif bisa datang ke Posbindu karena di setiap Kelurahan sudah disediakan. Apalagi PTM tidak hanya terjadi pada lansia tapi juga pada remaja.

“Pergeseran ini dikarenakan gaya hidup yang kurang sehat. Data riset kesehatan dasar Kemenkes tahun 2018 menyebutkan hampir sekitar 60 persen penduduk Indonesia tidak mau bergerak atau kurang aktivitas," ungkapnya.

Dijelaskan, kalau kurang aktivitas dan makan banyak otomatis ini akan banyak penyakit yang menumpuk. Maka bisa datang ke Posbindu untuk melakukan deteksi dini.

Sementara, Ketua TP PKK Kota Kediri, Ferry Silviana Abu Bakar mengatakan, Posbindu PTM ini sasarannya masyarakat usia 15 tahun ke atas.

Saat ini tren data sudah bergeser, dimana PTM banyak menyerang remaja dan usia produktif. Tentu langkah pencegahan dan deteksi dini faktor risiko harus terus diperkuat.

“Di sini, PKK terlibat dalam Posbindu karena di Posbindu juga yang bertugas kader-kader PKK. Ini diaktifkan kembali setelah satu tahun Posbindu tidak aktif karena pandemi Covid-19. Posbindu ini sangat bagus dan sangat menarik, karena fokusnya pada pencegahan penyakit tidak menular,” ujarnya.

Ditambahkannya, pada Posbindu akan dilakukan deteksi dini. Mulai dari screening awal, cek kesehatan umum dan konsultasi kepada dokter.

Nantinya, jika dalam pemeriksaan dibutuhkan penanganan lebih lanjut maka bisa dilanjutkan ke puskesmas.

“Ada screening awal, cek kesehatan umum. Seperti gula darah, kolestrol, dan lingkar perut. Konsultasi bisa langsung dilakukan karena ada dokternya,” jelas Ferry Silviana.

Seluruh masyarakat yang berusia 15 tahun ke atas untuk datang ke Posbindu yang ada di setiap kelurahan. Karena saat ini banyak penyakit tidak menular yang disebabkan oleh gaya hidup yang kurang sehat.

Dengan datang ke Posbindu dapat menjadi salah satu bentuk pencegahan terhadap penyakit tidak menular.

“Karena mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Saya harap Posbindu benar-benar bisa menjadi tempat deteksi dini yang efektif. Tidak perlu jauh ke faskes-faskes tapi bisa tertangani di Posbindu,” pungkas Ferry Silviana.