Stok Darah di PMI Kota Kediri Minim, A dan AB Hampir Habis

Kediri Dalam Berita | 02/06/2021

Kediri, koranmemo.com – Sejak dua minggu terakhir ketersediaan darah di Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Kediri terus menipis. Bahkan per hari ini, stok darah A dan AB hampir habis.

Dr Ira Widyastuti Kepala Unit Transfusi Darah PMI Kota Kediri mengatakan, ketersediaan darah yang ada hanya cukup untuk tiga hari ke depan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, setelah puasa setelah lebaran bisa dikatakan musim pacekliknya PMI.

Jumlah pendonor berkurang, namun permintaan sama. Sehingga jumlah stok darah untuk saat ini sangat minim. Khususnya untuk stok darah A dan AB.

“Jadi, stok perhari ini bisa saja kami sampaikan minim. Terutama golongan darah A dan AB. AB saja hanya ada 2 kantong (Whole Blood dan PRC),” ungkap dr Ira Widyastuti, Senin (31/5).

Lebih lanjut, menurut dr Ira, kurangnya minat warga untuk berdonor, serta masih belum berjalannya layanan donor darah keliling akibat pandemi Covid-19 menjadi penyebab utama minimnya ketersediaan ini. Rata-rata, pendonor mengalami penurunan 100 orang per bulan, bila dibandingkan dengan hari normal. Padahal PMI Kota Kediri membutuhkan 1.500 kantong per bulan.

“Saya harus punya 1.500 stok kantong darah setiap bulannya. Sebanyak 1.200 kantong darah sudah terpakai di bank darah rumah sakit karena PMI Kota Kediri melayani 4 BDRS. RSUD Gambiran, RS Bhayangkara, RS Ahmad Dahlan dan RS Baptis. Yang 300 untuk rumah sakit kecil lainnya,” ungkap Ira.

Untuk memenuhi kebutuhan itu PMI Kota Kediri telah mengajukan permohonan izin ke Pemerintah Kota Kediri untuk melakukan kegiatan donor darah keliling. Pihaknya juga berkirim surat ke sejumlah instansi sembari berharap masyarakat bersedia kembali mendonorkan darah mereka.