Tak Lagi Dikontrak Persik Kediri, Galih Pilih Fokus Karir di Tim Lain

Kediri Dalam Berita | 27/05/2021

Kediri, koranmemo.com – Mendapat kepastian jika tidak lagi dikontrak oleh Persik Kediri, Galih Akbar, pemain posisi gelandang memilih fokus mencari klub baru untuk karirnya ke depan. Dia berusaha melangkah dari klub yang telah diantar promosi dari Liga 3 Indonesia 2018 ke Liga 2 Indonesia 2019 berlanjut ke Liga 1 Indonesia 2020, dengan memilih klub yang ingin menggunakan jasanya.

Meski menerima keputusan klub pemuda asal Kecamatan Mojoroto Kota Kediri tetap memiliki rasa kecewa dengan keputusan manajemen yang tidak memperpanjang kontraknya. Namun, karena keputusan sudah dikeluarkan, dirinya tak mampu berbuat apa-apa lagi. Hal yang dapat dia lakukan saat ini adalah mencoba memotivasi diri dan mulai beranjak bangkit dan fokus untuk memikirkan karirnya sebagai pesepakbola.

Dia pun secara pribadi juga tidak menaruh rasa benci terhadap Persik Kediri. Sebagai klub yang menjadi kota kelahirannya, Galih tetap bangga dengan lambang Persik Kediri yang pernah menempel di dada. “Saya tidak ingin berbicara soal Persik Kediri. Saya ingin fokus karir saja ke depan,” ujarnya.

Galih cukup lama berseragam Persik Kediri, sejumlah prestasi gemilang juga pernah didapat bersama klub berjersey ungu tersebut. Sebagai kapten kala itu dia menyabet gelar best player Liga 3 tahun 2018 dan meraih gelar juara Liga 3 sekaligus mengantarkan Persik Kediri promosi ke Liga 2 di tahun 2019.

Meski tidak menjadi kapten pada Liga 2 musim 2019 perannya masih cukup sentral di lini tengah tim. Pemain nomor punggung 93 tersebut kembali berhasil mengantarkan Persik Kediri menjuarai di kompetisi Liga 2 tahun 2019. Prestasi tersebut sekaligus menjadikan Persik Kediri di kasta tertinggi kompetisi Liga Tanah Air yakni Liga 1 di tahun 2020.

Sementara itu, Galih Akbar masih belum membeberkan langkahnya yang notabene menjadi pelabuhan bagi dirinya untuk meniti karir bersama klub barunya. “Soal mau kemana, saya lebih sabar dahulu sembari mencari tim yang cocok,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Persik Kediri resmi berpisah dengan Galih Akbar Febriawan. Manajemen klub memutuskan tidak memasukkan Galih dalam skuad Persik di Liga 1 2021.

Manajer Persik Kediri Syarif Hidayatullah mengatakan, ada beberapa pertimbangan klub akhirnya tidak mengontrak Galih. Setelah Piala Menpora 2021, sebenarnya tim pelatih memberikan kesempatan Galih untuk menunjukkan performanya di lapangan. “Kami memang punya ekspektasi tinggi terhadap penampilan Galih. Karena dia sudah menyatakan siap 100 persen,” kata Syarif.

Hanya saja, setelah dicoba, tim pelatih belum mendapatkan ekspektasi yang diinginkan. Apalagi stok lini tengah Persik sangat melimpah. Untuk pemain senior ada Ahmad Agung Setiabudi, Adi Eko Jayanto, Eka Sama Adi Prasetya dan Sackie Teah Doe. Selain itu, Persik juga memiliki stok pemain muda seperti M Jordan Zamorano dan Bagas Satrio.

“Kami menilai lini tengah Persik saat ini sudah diisi banyak pemain. Dan Galih belum bisa memenuhi ekspektasi tim pelatih. Meskipun kami tahu potensi dia,” ujarnya.

Manajemen tentu saja paham dengan kontribusi Galih dalam dua musim terakhir untuk Persik Kediri. Dia juga termasuk pemain lokal Kediri yang sangat loyal. Tapi, Persik Kediri saat ini tengah berkompetisi di Liga 1. Persaingan akan jauh lebih ketat. “Hubungan kami dengan Galih adalah hubungan profesional. Jadi pemain keluar-masuk adalah hal yang wajar,” kata Syarif.

Atas kontribusinya selama ini, manajemen mengucapkan terima kasih. Syarif berharap, Galih bisa lebih sukses bergabung dengan klub lain. “Semoga karirnya semakin bagus ke depan. Terima kasih kontribusi yang sudah diberikan untuk Persik,” tutup Syarif.