Cegah Varian Baru Covid-19, Kota Kediri Perketat PPKM Mikro

Kediri Dalam Berita | 21/05/2021

Surya

 
surya.co.id/didik mashudi
 
Salah satu pekerja migran yang kembali ke Indonesia menjalani pemeriksaan di tempat karantina di kantor kelurahan Kota Kediri.


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - Pemerintah Kota Kediri memperketat protokol kesehatan dan memastikan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro berjalan sesuai dengan aturan.

Upaya itu dilakukan menyusul pengumuman Kementerian Kesehatan terkait penemuan dua kasus Covid-19 varian B1351 dari Afrika Selatan, serta B117 asal Inggris.

Apalagi di Jawa Timur, dua kasus ini masuk ke Indonesia melalui TKI dari Malaysia.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar sebelumnya telah meminta setiap kelurahan untuk menyiapkan ruang tempat karantina di setiap kantor kelurahan.

Di Kota Kediri secara keseluruhan tersedia 46 ruang tempat karantina.

Malahan di Kelurahan Bangsal menyediakan ruangan dengan kapasitas yang mampu menampung 20 orang.

Wakil Ketua PPKM Mikro Kelurahan Bangsal, Muadi menjelaskan, siap memastikan protokol kesehatan diterapkan dengan ketat di wilayahnya.

“Tim PPKM Mikro Kelurahan Bangsal selalu standby di posko selama 24 jam”, ujarnya, Kamis (20/5/2021).

Posko PPKM Mikro Kelurahan Bangsal menjadi percontohan tempat karantina di wilayah Jawa Timur bagi pekerja migran yang kembali setelah masa kontraknya berakhir.

Pekerja migran yang menjalani proses karantina, Naning Zistiningrum setelah pulang dari Singapura.

Karantina dijalani selama 4 empat hari di Kelurahan Bangsal.

Setelah dilakukan tes PCR dan hasilnya negatif, kemudian diperbolehkan kembali ke pulang ke rumahnya untuk menjalani proses isolasi secara mandiri.

Naning menyampaikan terima kasih atas layanan yang diberikan Pemerintah Kota Kediri selama menjalani karantina.

“Tim satgas di Posko PPKM Kelurahan Bangsal mau melakukan penjemputan,” terangnya.

Data terbaru personil BPBD dan Dinas Kesehatan Kota Kediri telah menjemput 19 orang pekerja migran yang pulang ke Indonesia untuk menjalani karantina di Posko PPKM Mikro kelurahan.

Dari 19 orang tersebut, 17 orang sudah bisa pulang, 1 orang masih dikarantina dan 1 orang masih dirawat di RS Kilisuci karena hasil tes PCR terakhir terindikasi positif Covid-19.

Pemerintah Kota Kediri terus berkomitmen mencegah penularan COVID-19 serta meminta masyarakat untuk pro aktif dan ikut serta mengawasi lingkungannya.