Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, meminta dukungan para ulama ikut memberikan sosialisasi ke masyarakat demi mengendalikan penyebaran COVID-19 terutama di kota ini, mengikuti instruksi dari Presiden Joko Widodo untuk mewaspadai potensi lonjakan kenaikan COVID-19.
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar di Kediri, Selasa, men yatakan bersyukur bisa silaturahmi dengan para ulama di kota ini. Dukungan para ulama juga dibutuhkan terlebih lagi saat situasi masih pandemi COVID-19 seperti sekarang ini.
"Alhamdulillah hari ini saya bersama pak sekda dan asisten bisa berkunjung ke para ulama untuk meminta dukungan dalam menjalankan roda pemerintahan, terlebih di situasi pandemi COVID-19 saat ini. Seperti arahan Presiden Joko Widodo, adanya libur panjang Idul Fitri ini biasanya terjadi tren lonjakan COVID-19. Untuk itu, saya minta dukungan dari para ulama untuk mengantisipasi lonjakan kasus tersebut," kata Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar setelah silaturahmi.
Wali Kota Kediri menambahkan bahwa kolaborasi dan komunikasi antara Pemerintah Kota Kediri dan para ulama di Kota Kediri selama ini sudah terjalin dengan sangat baik. Sinergitas
tersebut diharapkan bisa terus terjalin sehingga nantinya bermuara terhadap kesejahteraan seluruh masyarakat Kota Kediri.
"Alhamdulillah komunikasi kami sangat erat sekali dalam hal apapun. Baik itu acara internal maupun acara kami di balai kota, khususnya dalam hal membuat kebijakan yang akan kita berikan kepada publik yang ada di Kota Kediri. Kami minta doa kepada para ulama supaya kita bisa membangun Kota Kediri bersama-sama dengan cara berkolaborasi karena di Kota Kediri memang banyak pondok. Apabila ini semua terus berjalan baik saya yakin perkembangan Kota Kediri ini bisa kita kembangkan bersama-sama," kata dia.
Dalam hal pembinaan antar umat, Wali Kota Kediri juga sangat bersyukur karena paguyuban antarumat beragama bisa terjalin dengan baik dan tidak ada sekat sedikitpun.
"Ini merupakan rahmat yang tak terhingga bagi Kota Kediri. Harapan saya ini bisa berjalan dengan baik dan dapat dijadikan contoh untuk daerah-daerah lain bahwa kebersamaan itu adalah hal yang sangat positif dan luar biasa. Perbedaan itu sebuah keniscayaan dan pasti ada. Tapi dalam perbedaan kita wajib untuk bersama," kata dia.
Dalam kegiatan itu, ikut serta Sekretaris Daerah Kota Kediri, Asisten Administrasi Umum, Pelaksana Tugas Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Pelaksana Tugas Kepala Bagian Kesra dan Camat Mojoroto Kota Kediri.
Di Kota Kediri, hingga Senin (17/5) terdapat 1.396 orang yang terkonfirmasi positif COVID-19. Terdapat lima orang yang masih dirawat, 1.248 orang telah sembuh dan 143 orang telah meninggal dunia.

