Pemkot Kediri Siapkan Beasiswa Bagi Para Penghafal Al Quran di Kota Kediri

Kediri Dalam Berita | 07/05/2021

Tribun kediri

 
(Surya/Didik Mashudi)
 
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar berdialog dengan Ayu Fajar Lestari penghafal Al Quran berkebutuhan khusus di Ruang Joyoboyo Balaikota Kediri, Kamis (6/5/2021)



 

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Pemerintah Kota Kediri akan memberikan beasiswa di semua jenjang pendidikan kepada para hafiz dan hafizah Al Quran yang ada di Kota Kediri.

Diharapkan kehadiran para hafiz dan hafizah bisa dijadikan motivasi dan berkah untuk Kota Kediri.

“Mumpung ini ketemu hafiz dan hafizah kami berencana Insha Allah akan kita berikan beasiswa," ungkap Abdullah Abu Bakar, Wali Kota Kediri saat menghadiri silaturahmi ulama umaro di Ruang Joyoboyo, Balaikota Kediri, Kamis (6/5/2021).

Dijelaskan Walikota, pihaknya sudah minta untuk dibuatkan grupnya dan nanti akan diurus beasiswanya.

"Ini akan kita gali terus penghafal Al Quran yang ada di Kota Kediri akan kita urusi untuk beasiswanya," jelasnya kepada TribunJatim.com.

Wali Kota Kediri menghimbau kepada masyarakat untuk selalu menjalankan protokol kesehatan. Terlebih saat ini ada mutasi virus corona baru yang ditemukan di wilayah Jawa Timur.

"Tadi saya dapat laporan bahwa ada virus mutasi baru yang ditemukan di wilayah Jawa Timur yang berasal dari India, Inggris serta Afrika. Kita mesti berhati-hati. Walaupun sudah divaksin jangan sampai mengabaikan protokol kesehatan," pesannya.

Baca juga: 4 Fakta Nabila Abdul Rahim Bayan, Juri Hafiz Indonesia 2020 & Guru Ngaji Putri Imam Masjid Haram

Pada kesempatan itu, Ayu Fajar Lestari (21) hafizah berkebutuhan khusus asal Kelurahan Bandar Kidul saat ini menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Dia menceritakan awal mula belajar Al Quran hingga menjadi hafizah penghafal 30 juz di usia 12 tahun.

Ayu menyampaikan, keinginan belajar menghafal Al Quran muncul saat dirinya masih berusia 2,5 tahun. Awalnya dirinya hanya ingin bisa mengaji seperti teman-temannya yang lain.

"Yang saya rasakan dulu teman saya senang ketika pulang dari madrasah. Makanya saya juga pengen dan sampaikan niat saya ke Ibu," ungkapnya kepada TribunJatim.com.

Kemudian oleh ibunya awalnya diajari juzama dan terjemahannya. Setelah umur 3,5 tahun baru diajari nenek.

"Biasanya ketika belajar Al Quran nenek selalu menyampaikan secara detail perihal nama surat, nomor ayat, nomor surat baru lafaz ayatnya," ujarnya.

Ayu merasa sangat bersyukur dengan adanya beasiswa bagi penghafal Al Quran dari Pemerintah Kota Kediri.
Apalagi Ayu berharap cita-citanya untuk mengajarkan Al Quran bagi para disabilitas, anak yatim dan dhuafa dapat terwujud.

"Adanya rencana beasiswa dari Pemerintah Kota Kediri untuk para hafiz dan hafizah saya merasa bersyukur. Ini nikmat dari Allah, saya juga berterima kasih pada Bapak Wali Kota Kediri. Harapan saya semoga beasiswa ini juga bermanfaat bagi saya dan bagi para penghafal Al Quran pada umumnya," ungkapnya kepada TribunJatim.com.