SURYA.CO.ID, KEDIRI - Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar bersama pejabat Forkompimda Kota Kediri mengikuti arahan secara virtual dari Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) di Ruang Joyoboyo, Rabu (28/4/2021). Kegiatan ini diikuti seluruh kepala daerah se-Indonesia untuk membahas antisipasi mudik menjelang Lebaran, vaksinasi Covid-19 dan pemulihan ekonomi.
Abu Bakar mengatakan, Pemkot Kediri bersama TNI/Polri terus berkoordinasi dalam upaya mengimbau masyarakat untuk tidak mudik dan mengingatkan untuk patuh protokol kesehatan (prokes). Pemkot Kediri juga sudah menyiapkan ruang karantina di 46 kelurahan dan memaksimalkan jatah vaksin yang diberikan pemerintah pusat.
Hingga April 2021, ada 40.671 dosis pertama vaksin dan 19.548 dosis kedua yang disuntikkan untuk tenaga kesehatan, pelayan publik, serta lansia di Kota Kediri.
Abu Bakar menyampaikan, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya, salah satunya dengan memfasilitasi pelaku UMKM untuk berpromosi lewat akun pribadinya. Selain itu ia telah menginstruksikan Kantor Dinas Sosial Kota Kediri agar bantuan yang diberikan kepada masyarakat segera dicairkan.
"Jadi saya minta masyarakat menahan diri di bulan Ramadhan dan Syawal. Dan saya selalu ingatkan masyarakat pentingnya mematuhi prokes. Diimbau tidak mudik, karena Hari Raya Idul Fitri tahun ini kita masih dalam masa pandemi yang rentan untuk tertular dan menularkan virus,” terang Mas Abu - sapaannya.
Sementara Presiden Jokowi mengimbau seluruh kepala daerah berhati-hati dan waspada terlebih ketika libur panjang menjelang Hari Raya Idul Fitri. Pasalnya, saat libur panjang kasus aktif Covid-19 di Indonesia cenderung mengalami kenaikan. Presiden mengingatkan agar berhati-hati dengan libur panjang.
Seperti tahun lalu, ketika libur Idul Fitri, kasus aktif Covid-19 naik sampai 93 persen. Pada libur tahun baru naik 78 persen. Pada Januari ada penambahan 14.000 sampai 15.000 kasus per hari. Namun sekarang sudah berada di angka 4.000 sampai 6.000 kasus.
“Sekecil apapun kasus aktif yang ada di provinsi, kabupaten dan kota yang bapak ibu pimpin, jangan kehilangan kewaspadaan. Ikuti angkanya, ikuti kurvanya secara harian, begitu naik sedikit maka segera ditekan kembali agar terus menurun,” ujar Jokowi.
Para kepala daerah dan Forkopimda juga diminta terus mengimbau dan mengingatkan masyarakat terkait larangan mudik dan disiplin menjalankan prokes. Presiden juga menekankan untuk terus melakukan vaksinasi massal di daerah.
“Hati-hati dengan mudik lebaran. Karena itu harus disampaikan terus mengenai larangan mudik. Yang paling penting bukan penyekatan, namun bagaimana kita menekankan disiplin ketat terkait prokes,” lanjutnya.
Mengenai vaksinasi, Presiden Jokowi menginstruksikan untuk segera dilaksanakan dan tidak ada vaksin yang distok. Toleransi stok hanya sebanyak 5 persen. “Segera suntikkan kepada target prioritas. Sampai 27 April ini yang kita suntikkan kurang lebih ada 19 juta dosis. Dan ini harus kita kejar terus agar target kita, bulan Juli nanti bisa mencapai kurang lebih 70 juta orang,” terangnya.
Presiden juga menyampaikan pergerakan ekonomi yang saat ini hampir menuju posisi normal. Secara nasional pada 2021, target pertumbuhan ekonomi mencapai 4,5 sampai 5,5 persen.
Hal ini bisa tercapai tergantung pada pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua Tahun 2021. Artinya April sampai Juni sangat menentukan. Apabila bisa menekan Covid-19 tanpa membuat guncangan di ekonomi, itu merupakan sebuah keberhasilan.
Saat ini pabrik, industri, manufaktur sudah bergerak. Sebelum pandemi berada di angka 51 dan sekarang justru sudah di atas kenormalan sebelum pandemi yaitu angka 53,2.
“Saya juga mengajak seluruh provinsi, kabupaten dan kota agar segerakan belanja daerah. Baik belanja aparatur maupun belanja modal sehingga terjadi peredaran uang di daerah. Bansos, bantuan UMKM, BLT desa segera didorong agar bisa diterima masyarakat,” ujarnya.