Kediri,koranmemo.com – Rencana pembelajaran tatap muka (PTM) yang akan berlangsung minggu depan membuat Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kediri ikut bersiap diri. Bus sekolah yang setahun ini tak beroperasi disiapkan sesuai standar protokol kesehatan.
Gede Sasana Dibyo, Kepala Bidang Manajemen Angkutan Dinas Perhubungan Kota Kediri mengatakan, tinggal menunggu aba – aba dari Dinas Pendidikan untuk mengoperasikan kembali bus sekolah. “Semua armada bus sekolah sudah siap, tinggal tunggu kesiapan PTM,” katanya, Rabu (21/4)
Dia menuturkan, ada 3 bus sekolah yang siap digunakan. Interior bus diatur sedemikian rupa untuk menerapkan prokes. Mulai dari jaga jarak hingga menyiapkan hand sanitizer. Kursi yang ada tanda berupa stiker bertuliskan larangan duduk merupakan tanda jaga jarak. Stiker tersebut juga ditebali dengan isolasi warna merah agar lebih jelas. “Kalau yang berdiri, gantungan kita isolasi dan jaraknya sekitar 1 meter,” ujarnya.
Dia melanjutkan, penerapan prokes membuat volume bus sekolah menjadi berkurang. Biasanya 1 bus bisa mengangkut 37 anak, namun sekarang hanya berisi 16 anak atau separuh dari kapasitas. “Kita juga menyiapkan satu bus kecil sebagai cadangan kalau ada bus yang berhalangan atau macet. Bus kecil ini jika normal berisikan 20 anak sekarang tinggal 10 anak saja,” paparnya.
Dibyo, sapaan akrabnya juga menuturkan, untuk rute yang dilalui kemungkinan tak jauh berbeda dengan sistem sebelumnya. Dari bus 1, bus 2, dan bus 3 sampai saat ini belum ada perubahan. “Beroperasinya mulai pukul 05.30 WIB dan kembali ke Dishub pukul 08.00 WIB. Kalau siang pukul 12.00 WIB hingga 15.00 WIB,” ucapnya.
Dia menambahkan, protokol kesehatan juga diterapkan pada awak bus. Para pengemudi diwajibkan memakai face shield dan juga sarung tangan. “Bagian depan di dalam interior bus sekolah ada kamera CCTV yang menghadap ke penumpang sebagai salah satu alat untuk mengawasi protokol kesehatan,” tambahnya.

