Vaksinasi Guru Kota Kediri Masih 60%, Wali Kota Kediri: PTM Belum Bisa Dilakukan

Kediri Dalam Berita | 25/03/2021

Kediri, koranmemo.com – Vaksinasi guru di Kota Kediri yang masuk sasaran tahap ke-2 saat ini sudah menyelesaikan sekitar 60 persen. Pemerintah daerah berencana membuka Pembelajaran Tatap Muka (PTM) setelah selesai vaksinasi pada tahun ajaran baru nanti. Kendati daerah saat ini menjadi pemegang kebijakan untuk mengadakan PTM, sementara waktu tidak semua jenjang pendidikan akan diperbolehkan dibuka.

Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, selesai mendampingi Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin meninjau vaksinasi santri Ponpes Lirboyo, pada Selasa (23/3), mengatakan, saat ini sudah 60 persen guru menerima vaksin. Karena belum 100 persen, PTM di Kota Kediri masih belum.

“Selain belum berani, sebelum dari sini kami Forkopimda sudah rapat. Bahwasannya berapa sih guru yang sudah divaksin, baru 60 persen. Kami juga memberikan pertanyaan untuk survei kepada wali murid apakah menginginkan pendidikan luring, ternyata jawabannya 50 persen setuju dan sisanya tidak,” katanya, Selasa (23/3).

Dari survei tersebut, menurut Abu Bakar mengindikasikan jika masih ada orang tua yang khawatir dengan penularan Covid-19 di tahun ke-2 pandemi ini. Selain itu adanya warga berprofesi guru yang meninggal meski tidak mengajar secara tatap muka menjadi pertimbangan tersendiri.

Lebih lanjut jika sudah 100 persen guru divaksin, sekolah tetap diminta untuk menghadap ke Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Kediri guna memaparkan kesiapan protokol kesehatan (prokes).

Sementara itu Juru Bicara GTPP Covid-19, Fauzan Adima menyebut vaksinasi guru dijadwalkan selesai sebelum tahun ajaran baru 2021-2022 yang dimulai sekitar tanggal 13 Juli nanti. Vaksinasi sudah berjalan di semua jenjang mulai dari PAUD TK, SD, SMP, dan SMA.

Sedangkan untuk percepatan bisa saja dilakukan, namun masih menunggu perkembangan kasus Covid-19 terlebih dahulu. “Total guru ada sebanyak 3.211 guru. Vaksinasi dilakukan oleh 9 puskesmas sehari bisa 1.000 orang, jadi percepatan bisa dilakukan,” tukasnya.

Lebih lanjut, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (P2P Dinkes) Kota Kediri, Alfan Sugiyanto menambahkan, vaksinasi pada bulan puasa nanti akan tetap berjalan. Sesuai fatwa, vaksinasi membatalkan puasa.

Menurutnya ada kebijakan lain yakni melakukan vaksinasi di malam hari mempertimbangkan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) pada orang berpuasa belum diketahui. “Vaksinasi akan tetap berjalan di baik pagi atau malam hari,” tutupnya.