Kediri, koranmemo.com – Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar menegaskan jika daerahnya siap untuk melakukan percepatan vaksinasi. Seperti diketahui vaksin anti Covid-10 astrazeneca yang baru saja didapat oleh Kota Kediri, Rabu (23/3) kemarin, akan kadaluarsa pada akhir Mei nanti.
Abu Bakar mengatakan vaksinator Kota Kediri sudah berpengalaman dan sejak vaksinasi berjalan tenaga medis semakin cekatan untuk menginjeksi vaksin. “Kami masih punya banyak rumah sakit yang belum dimanfaatkan. Dari 9 puskesmas hampir 1000 orang itu hanya setengah hari saja, jika dilakukan sampai sore mungkin bisa 1500 orang per hari,” tukasnya.
Sementara itu Kepala Bidang Pengendalian dan Penanganan Penyakit Dinas Kesehatan (P2P) Kota Kediri, Alfan Sugiyanto menjelaskan secara umum vaksin astrazeneca dan sinovac sama. “Karena kemarin sudah dilakukan vaksinasi di Sidoarjo dan Jombang, saya juga sudah komunikasi di sana itu aman. Dinyatakan halal oleh PWNU Jawa Timur, jadi tidak ada masalah,” tuturnya.
Kendati demikian ada sedikit perbedaan pada jangka waktu antara penyuntikan dosis pertama dan kedua. “Cuma nanti yang membedakan interval antara dosis 1 dan dosis 2, kalau sinovac 14 untuk usia dibawah 60 tahun sedangkan diatas 60 tahun 28 hari. Sedangkan astrazeneca nanti interval penyuntikan dosis pertama dan kedua adalah 4 minggu, atau 2 bulan untuk semua usia,” imbuh Alfan.
Selain interval waktu penyuntikan, pada proses screening ada perketatan khususnya bagi penderita masalah pembekuan darah. “SOP hampir sama, cuma ada tambahan screening pertama bagi individu yang memiliki masalah pembekuan darah lebih diperketat dan diamati,” imbuhnya.
Vaksin astrazeneca nantinya dipergunakan untuk sasaran tahap ke-2 yakni pekerja publik. Selama 1 pekan kedepan Dinkes akan melakukan percepatan pada guru agar sekolah bisa segera mengadakan PTM. “Vaksin astrazeneca 2880 vial perkiraan bisa digunakan untuk 28.880 orang sasaran,” tutupnya.

