SURYA.CO.ID, KEDIRI - Sebanyak 135 tokoh agama di Kota Kediri mendapatkan suntikan vaksinasi Covid-19 yang berlangsung di Ruang Kilisuci Balai Kota Kediri, Rabu (10/3/2021).
Tokoh agama yang mendapatkan vaksinasi dari FKUB, MUI, PD Muhammadiyah, DPD LDII, Pondok Wali Barokah, Pondok Kedunglo, BAMAG, Gereja Bethany, Gereja St Vincent de Paul dan Gereja St Yosef.
Termasuk tokoh agama Budha, Hindu dan Konghucu ikut dalam kegiatan vaksinasi Covid-19.
Tokoh agama menjadi salah satu prioritas program vaksinasi Covid-19, karena memiliki tugas yang langsung berhubungan dengan masyarakat dalam melakukan pembinaan keagamaan.
Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar yang melihat langsung pelaksanaan vaksinasi menjelaskan, tokoh agama bertugas selalu melayani masyarakat.
Sehingga tokoh agama menjadi salah satu yang memiliki potensi dan resiko tinggi untuk tertular Covid-19.
"Sehingga kita mengupayakan untuk segera mendapat vaksin,” jelasnya.
Dijelaskan, vaksinasi tokoh agama ini meliputi tokoh agama kategori lansia. Namun untuk masyarakat umum kategori lansia belum dilakukan vaksinasi.
Lansia menjadi prioritas untuk disuntik vaksin karena banyak lansia yang memiliki komorbid, dan memiliki antibodi rendah sehingga rentan terinfeksi Covid-19.
Rencana awal, pemerintah menargetkan lansia masuk dalam vaksinasi tahap ketiga, tapi melihat banyak lansia yang terpapar Covid-19 sehingga vaksinasi para lansia masuk pada tahap kedua.
Walikota berpesan agar sabar menunggu giliran vaksin serta menjaga kesehatan.
“Selalu makan makanan bergizi dan olahraga ringan seperti senam lansia. Tidak usah khawatir dan takut untuk divaksin, Insya Allah semua akan tervaksinasi,” tambahnya.
Sementara dr Fauzan Adima, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri mengatakan, berdasarkan data yang telah masuk kurang lebih 14.000 lansia yang akan menerima vaksin.
“Kami sudah dapat alokasi vaksin untuk lansia, namun belum kita launching karena masih dalam tahap pendataan agar semua lansia bisa menerima vaksin dan tidak ada yang terlewat. Dinkes sudah mengirim surat ke puskesmas untuk melakukan pendataan lansia melalui posyandu lansia,” imbuhnya.
Diingatkan, vaksin Covid-19 ini untuk memunculkan respon antibodi seseorang. Mengingat belum semua orang Indonesia tervaksinasi, sehingga resiko tertular masih ada. Maka setelah divaksin tetap harus mematuhi protokol kesehatan.
Selain Walikota, kegiatan vaksinasi Covid-19 untuk tokoh agama dihadiri Ketua TP PKK Kota Kediri Ferry Silviana Abu Bakar, Sekretaris Daerah Kota Kediri Bagus Alit dan Kepala Satpol PP Kota Kediri Eko Lukmono Hadi.