PPKM di Kota Kediri diperpanjang hingga 8 Februari mendatang. (foto : istimewa)
AGTVnews.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri akan memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 8 Februari 2021. Perpanjangan PPKM ini merujuk dari hasil evaluasi PPKM tanggal 22 Januari 2021.
Setelah dilakukan PPKM lebih dari sepekan parameter tingkat kematian akibat covid-19 masih tinggi bahkan meningkat.
Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar menyampaikan perpanjangan PPKM dilakukan dengan 2 upaya strategis tambahan. Startegi tersebut yakni, orang dengan komorbid agar melakukan work from home (WFH) dan membatasi diri tidak berpergian keluar rumah.
Selain itu juga mendorong lebih banyak penyintas covid-19 untuk melakukan donor plasma dalam Gerakan Donor Plasma Konvalesen (Gedor Pasen).
“Saya harap semua masyarakat bisa mematuhi aturan ini. Supaya bersama-sama kita dapat meminimalisir persebaran covid-19,” ujar Wali Kota Kediri.
Parameter nasional untuk tingkat kematian sebesar 3 persen, sementara di Kota Kediri pada tanggal 6 Januari 2021 sebesar 8,48 persen dan 21 Januari sebesar 9,80 persen.
Namun dari data pada 21 Januari 2021, 3 parameter lainnya yaitu Bed Occupansi Ratio (BOR), tingkat kasus aktif dan tingkat kesembuhan sudah lebih baik.
Pada BOR ruang isolasi, parameter nasional sebesar 70 persen. Di Kota Kediri pada tanggal 6 Januari 2021 sebesar 75,77 persen dan berhasil turun per 21 Januari 2021 sebesar 65 persen.
Pada parameter kasus aktif secara nasional sebesar 14 persen. Di Kota Kediri pada tanggal 6 Januari 2021 sebesar 7,57 persen dan per 21 Januari 2021 berhasil turun menjadi 4,79 persen.
Lalu pada parameter tingkat kesembuhan secara nasional sebesar 82 persen. Di Kota Kediri pada tanggal 6 Januari 2021 sebesar 82 persen dan per 21 Januari 2021 naik menjadi 84,74 persen.
