Selama 2020, Ratusan Warga Kota Kediri Terserang Chikungunya dan DB

Kediri Dalam Berita | 08/01/2021

 

Kediri, koranmemo.com – Turunnya hujan mulai diantisipasi warga akan datangnya beberapa penyakit. Seperti penyakit chikungunya dan demam berdarah (DB). Warga bersama petugas BPBD Kota Kediri pun mulai melakukan penyemprotan di beberapa kelurahan untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti.

Data dari Dinas Kesehatan Kota Kediri diketahui sejak Januari – Desember 2020 ada sekitar 406 warga Kota Kediri terjangkit penyakit chikungunya. Sementara untuk penyakit DBD tercatat ada 160 warga yang terjangkit.

Hendik Supriyanto, Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Kota Kediri, mengungkapkan jika musim hujan seperti ini sering muncul nyamuk Aedes Aegepti. Hal ini karena banyaknya genangan air yang mengakibatkan banyaknya nyamuk berkembang biak.

“Penyakit demam berdarah dan chikungunya ini disebabkan oleh nyamuk yang sama, namun virus yang dibawa berbeda,” ungkapnya.

Salah satu pencegahan yang bisa dilakukan untuk menghambat pertumbuhan nyamuk Aedes Aegepti dengan cara foging dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Beberapa kelurahan di Kota Kediri sudah melakukan upaya pencegahan dengan melakukan foging.

Hendik mengungkapkan, gejala chikungunya diantaranya demam disertai linu-linu mirip dengan asam urat. Pengobatan bisa dikasih Paracetamol dan penghilang rasa nyeri. Dari data tersebut Hendik mengungkapkan masih dalam katagori kondisi sedang.

“Jika dilihat dari data laporan yang masuk, penyakit chikungunya trendnya lebih banyak dibanding demam berdarah,” ungkapnya.