Selain Covid-19, Dinkes Kota Kediri Imbau Masyarakat Harus Waspada Demam Berdarah dan Chikungunya

Kediri Dalam Berita | 07/01/2021

Tribun kediri

 
SURYA/Didik Mashudi
 
Petugas melakukan fogging di Kelurahan Burengan, Kota Kediri karena ditemukan kasus chikungunya, Selasa (5/1/2021).


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TRIBUNJATIM.COM - Selain harus waspada penyebaran pandemi Covid-19, pada puncak musim penghujan masyakarat diharapkan juga mewaspadai penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan chikungunya

Untuk mengantisipasi penyebaran demam berdarah dan chikungunya, Dinas Kesehatan Kota Kediri telah melakukan kegiatan fogging di sejumlah kelurahan

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri Drs Fauzan Adima menjelaskan, penyemprotan nyamuk atau fogging dilakukan ketika di suatu daerah telah ditemukan kasus DBD atau chikungunya.

“Bulan ini ditemukan kasus DBD. Biasanya musim penghujan kasus DBD muncul, kalau musim kemarau (April-Oktober) relatif tidak ada kasus DBD,” jelas dr Fauzan Adima, Rabu (6/1/2021).

Dijelaskan dr Fauzan, selain kasus DBD, nyamuk juga menyebabkan kasus chikungunya. Laporan kasus DBD dan cikhungunya dari kelurahan akan ditindaklanjuti oleh Dinkes. 

Tim survailance pusk akan melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) untuk menemukan nyamuk dewasa. Apabila ditemukan nyamuk dewasa maka Dinkes akan mengadakan fogging di lokasi.  

Menurut dr Fauzan, kegiatan fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, selebihnya masyarakat harus tetap menggalakkan 3M, yaitu menguras tempat genangan air, menutup rapat tempat minum, dan mengubur barang-barang bekas yang bisa menampung air seperti kaleng, botol dll. 

Sebelumnya Kepala Kelurahan Burengan Adi Sutrisno menguntungkan, sudah 9 orang warganya terjangkit cikhungunya. Dari penderita cikhungunya, 7 orang sudah sembuh usai mendapat perawatan dan 2 orang masih dirawat. 

Gejala penyakit cikhungunya seperti demam, nyeri sendi, hingga tidak bisa berjalan. 

Selanjutnya kejadian itu dilaporkan ke Puskesmas Kecamatan Pesantren dan Kantor Dinkes Kota Kediri. 

Laporan langsung ditindaklanjuti untuk menemukan nyamuk dewasa, selanjutnya Puskesmas Kecamatan Pesantren dan Dinkes melakukan fogging di RW 09 dan RW 10 tempat ditemukannya kasus cikhungunya. 

Selain melakukan fogging, juga menggiatkan gotong royong bersih-bersih lingkungan dan menerapkan 3M.
Diharapkan antisipasi masing-masing masyarakat perlu dilakukan agar lebih efektif menjaga lingkungan. Bila ditemukan kasus segera lapor ke Dinkes atau uskesmas terdekat.

Selain di Kelurahan Burengan, pada awal tahun 2021, Dinkes Kota Kediri sudah mengadakan fogging di Kelurahan Mrican dan Kelurahan Ngampel, Kecamatan Mojoroto. Di kedua kelurahan ditemukan kasus cikhungunya.