Kediri, demonstran com – Pemerintah Kota Kediri Jawa Timur tak dapat berbuat banyak seiring melonjaknya harga kedelai impor yang terjadi akhir-akhir ini.
Persoalan yang dinilai masuk ke ranah nasional ini membuat Pemerintah Kota Kediri hanya dapat menunggu kebijakan pusat.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri, Tanto Wijohari menjelaskan pengendalian lonjakan harga yang terjadi pada komoditas kedelai impor menjadi kewenangan pemerintah pusat. “Permasalahan ini terjadi secara nasional, jadi kebijakan yang bisa menjadi jalan keluar masalah ada di pemerintah pusat. Karena kebijakan impor bukan menjadi kewenangan kami,” katanya.
Lebih lanjut, secara umum Disperdagin hanya melakukan pemantauan untuk melihat berjalannya industri serta mengendalikan harga bahan makanan pokok saja. Selebihnya menjadi wewenang atau kewajiban dari lembaga atau instansi lainnya. “Kami sudah memantau industri tahu, dan sebagian besar masih berjalan. Hanya produsen ini menyiasati dengan mengurangi skala produksi atau ukuran tahu atau tempe yang dijual,” tutur Tanto.
Menurut Tanto, kenaikan harga kedelai terjadi karena China menyerap kedelai Amerika Serikat lebih banyak dari tahun sebelumnya. Sehingga impor ke negara lain mengalami pengurangan. Impor kedelai ke dimanfaatkan oleh China untuk pemulihan ternak babi yang menurun karena flu babi afrika sekitar 2018 lalu.
Disisi lain, seiring meredanya perang dagang antar kedua negara. Ketegangan hubungan dagang antara AS dan negeri tirai bambu yang telah mulai mereda tersebut membuat Cina kembali memborong produk-produk kedelai dari negeri Paman Sam.
Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Disperdagin, Anik Sumartini memaparkan bidangnya hanya memiliki data komoditas atau barang yang diekspor saja. Dia tidak memiliki laporan komoditas atau barang impor yang masuk ke Kota Kediri. “Ya itu kesulitan kami tidak memiliki data impor. Tapi kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Kediri terkait hasil kedelai di Kota Kediri,” imbuhnya.
Dari hasil koordinasi tersebut, Anik menyebut ada sekitar 1 hektar lahan yang ditanami kedelai di Kota Kediri. Petani menanam kedelai di wilayah Kecamatan Mojoroto Kota Kediri. “Masa penanaman dan panennya 1 tahun sekali. Tapi lebih jelasnya nanti bisa ditanyakan langsung ke DPKP,” pungkas Anik.

