Pemkot Kediri Akan Datangkan Pakar untuk Menguak Sejarah Goa Selomangleng

Kediri Dalam Berita | 09/12/2020

Pemkot Kediri Akan Datangkan Pakar untuk Menguak Sejarah Goa SelomanglengKegiatan Dhoho street Fashion Disbudparpora yang berada di depan Goa Selomangleng untuk lebih mengenalkan sejarah Goa Selomangleng. (FOTO: Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Kediri).

Pewarta:  | Editor: Ronny Wicaksono

TIMESINDONESIA, KEDIRI – Kediri banyak meninggalkan cerita-cerita bersejarah. Salah satunya peninggalan jaman kerajaan sarat akan misteri seperti Gua Selomangleng di Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto Kota Kediri. Misteri inilah yang coba digali Pemkot Kediri.

 

Pernah memiliki pemakaman terbuka yang terukir di salah satu reliefnya, menurut Dwi Cahyono, arkeolog di Museum Airlangga Kota Kediri, Gua Selomangleng ini merupakan gua buatan untuk bertapa.

Hal ini bisa dilihat dari namanya yaitu selomangleng, berasal dari kata 'Selo' (batu) dan 'Leng' (lubang). Ada relief bertuliskan anagram berangka tahun 1353 Saka (1431 Masehi).

Sementara itu, ada juga penafsiran bahwa gua itu dibuat tahun 988 tahun saka. Relief gua ini dipahat di atas batu breksivulkanik yang sangat keras, lebih keras dari batu andesit.

"Sebagaimana penafsiran relief yang ada, kemungkinan dipakai lintas generasi. Di relief tersebut terdapat banyak sekali kisah, termasuk adanya peta tentang lanskap yang kini menjadi wilayah Kota Kediri," ungkap Dwi Cahyono saat dikonfirmasi Senin (7/12/2020).

"Jadi dulu di sini, ada pemakaman terbuka yang ditunjukkan adanya relief tengkorak dan badan yang tinggal rangka di bagian dada. Hanya titiknya ada di mana, kita masih akan observasi," tambah Dwi.

Sementara, Nur Muhyar, Kepala Disbudparpora Kota Kediri, mengatakan, pihaknya secara terus menerus akan mendatangkan pakar untuk menelusuri sejarah Gua Selomangleng. Hal ini bertujuan untuk memberikan informasi dan literasi sejarah gua secara mendetail.

"Semoga dengan adanya informasi yang semakin banyak tentang Gua Selomangleng akan memberikan ilmu pengetahuan untuk generasi yang akan datang. Saya berharap, setelah Covid-19 saat museum dibuka, lebih banyak anak muda yang berkunjung ke museum dan belajar," harap Nur Muhyar selaku Kepala Disbudparpora Pemkot Kediri.