TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Petugas gabungan di Kota Kediri kembali menggelar operasi yustisi penegakan protokol kesehatan.
Kali ini sasaran pemantauan dilakukan di sejumlah mal dan pusat perbelanjaan, Minggu (6/12/2020).
Operasi yustisi kali ini melibatkan petugas gabungan dari Polres Kediri Kota, Satpol PP Kota Kediri TNI serta Polisi Militer.
Dua mal dan pusat perbelanjaan yang menjadi prioritas pemantauan yakni Ramayana Mall di Jalan Panglima Sudirman dan Matahari di Jalan Hasanuddin, Kota Kediri.
Petugas saat melakukan pemantauan, serta mengingatkan masyarakat dan penjaga mal untuk mematuhi protokol kesehatan (prokes), karena pandemi virus Corona ( Covid-19 ) masih berlangsung.
Suasana mal sendiri ramai pengunjung, karena saat liburan akhir pekan.
Pengunjung dan penjaga mal juga telah memakai masker. Namun, pada kesempatan itu, petugas juga membagikan masker.
Sekretaris Kantor Satpol PP Kota Kediri Nur Khamid menjelaskan, petugas melakukan pemantauan dan pengawasan sekaligus penindakan masyarakat yang melanggar protokol kesehatan.
Dikatakan, pendisiplinan protokol kesehatan sesuai dengan Perwali Kota Kediri No 32/2020 sebagai implementasi Inpres Nomor 6 tahun 2020 untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap protokol kesehatan saat pandemi Covid-19.
Sementara saat menggelar operasi yustisi yang berlangsung di Jalan Bandar Ngalim ditemukan sejumlah pelanggar protokol kesehatan.
Diantaranya, satu orang pelanggar berkas penindakan pelanggaran dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Kota Kediri. Jadwal sidang dilakukan Senin (14/12/2020).
Sementara satu orang pelanggar dilakukan penindakan tertulis, satu orang pelanggar dikenakan sanksi mengganti masker sejumlah 20 biji.
Sedangkan 4 orang pelanggar dilakukan teguran lisan di tempat berupa membaca teks Pancasila dan melakukan push up.
Sementara penegakan protokol kesehatan juga berlangsung di Jalan Singosari didapati 8 orang pelanggar dan di Jl Medang Kamulan ada 3 orang yang tidak memakai masker saat berkendara.
Petugas melakukan penindakan berupa sanksi sosial menyapu jalan dan melakukan push up sebagai edukasi kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan.