Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kota Kediri di Provinsi Jawa Timur sudah mempersiapkan pelaksanaan vaksinasi COVID-19, termasuk menyiapkan sasaran dan petugas pelaksana vaksinasi.

"Secara teknis petugas yang disiapkan sudah oke, sasaran oke, tinggal menunggu dropping vaksin dari pusat," kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Kediri Fauzan Adima di Kediri, Rabu.

Ia menjelaskan, sesuai arahan pemerintah pusat vaksinasi COVID-19 diprioritaskan untuk tenaga kesehatan, petugas pelayanan umum, serta personel TNI dan Polri yang jumlahnya sekitar 1.000 orang.

"Itu yang pertama, baru yang risiko tinggi, lalu yang risiko rendah," kata dia.

Fauzan mengatakan bahwa sekitar 200 tenaga medis yang akan bertugas melakukan vaksinasi juga sudah mendapat pelatihan.

"Yang vaksin ada sekitar 200 orang, jadi nanti bisa disebar, termasuk ke puskesmas," kata Fauzan, yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri.

Menurut data pemerintah, pada Selasa (1/12) jumlah akumulatif warga yang terserang COVID-19 di Kota Kediri sebanyak 399 orang dengan perincian 306 orang sudah sembuh, 44 orang masih dirawat, 31 orang masih dipantau, dan 18 orang meninggal dunia. 

Fauzan menjelaskan bahwa selama ini penambahan kasus COVID-19 di Kota Kediri antara lain berasal dari klaster pekerja di satu pabrik rokok di wilayah Kabupaten Tulungagung. 

Menurut dia, sampai saat ini rumah sakit di Kota Kediri masih bisa menampung pasien COVID-19.

"Alhamdulillah mencukupi. Pekan kemarin sempat penuh tapi langsung kami lakukan langkah koordinasi. Kami minta semua rumah sakit rujukan untuk menambah kapasitas dan alhamdulillah mereka bergerak cepat. Ini sudah tercukupi," kata dia.

Rumah sakit rujukan penanganan COVID-19 di Kota Kediri antara lain RSUD Gambiran II Kediri, Rumah Sakit Muhammadiyah Ahmad Dahlan, Rumah Sakit Bhayangkara Kota Kediri, dan Rumah Sakit Kilisuci Kediri. 

Menurut Fauzan, tingkat keterpakaian tempat tidur rumah sakit rujukan penanganan COVID-19 di Kota Kediri sudah turun dari 80 hingga 100 persen menjadi 70 sampai 80 persen.