Kisah Tim Gizi di Balik Dapur RS Kilisuci, Rumah Sakit Khusus Pasien Khusus Covid-19 Kota Kediri

Kediri Dalam Berita | 02/12/2020

Tribun Madura

 
TRIBUNMADURA.COM/DIDIK MASHUDI
 
Petugas menyiapkan menu makanan bagi pasien warga Kota Kediri terkonfirmasi positif Covid 19 di RS Kilisuci, Selasa (1/12/2020).


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TRIBUNMADURA.COM, KEDIRI - Tim gizi RS Kilisuci Kota Kediri harus memastikan makanan yang tersedia untuk 38 pasien khusus Covid-19 yang dirawat dan 64 orang Staf Medis yang menangani para pasien.

Makanan diberikan 3 kali sehari ditambah 2 kali snack.

Menu tim medis dan pasien sama, sebab tim medis juga membutuhkan asupan Tinggi Kalori Tinggi Protein (TKTP).

Sejak pertengahan tahun ini, Kota Kediri telah mengoperasikan RS Kilisuci yang berlokasi di bangunan eks RSUD Gambiran sebagai rumah sakit khusus bagi pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

“Tugas tim gizi adalah memesan makanan, menentukan siklus menu dan perencanaan menu, serta labeling karena ada beberapa pasien yang punya menu khusus diet karena penyakit bawaan,” kata Indra Widayati, Tim Gizi RS Kilisuci, Selasa (1/12/2020).

Dijelaskan Indra Widayati, menu makanan merupakan hal penting selain perlakuan pengobatan untuk perawatan pasien Covid-19.

Tim gizi harus memperhatikan menu diet untuk memastikan gizi terpenuhi sekaligus memerhatikan penyakit penyerta pasien.

Pujian dan kritikan kerap kali diterima tim gizi.

Selain kecukupan dalam hal jumlah, jenis makanan juga dipantau oleh tim gizi.

Pasien dengan penyakit penyerta menjadi fokus tim gizi untuk memastikan makanan yang disajikan sesuai dengan dietnya.

Petugas menyiapkan menu makanan bagi pasien warga Kota Kediri terkonfirmasi positif Covid-19 di RS Kilisuci, Selasa (1/12/2020).Petugas menyiapkan menu makanan bagi pasien warga Kota Kediri terkonfirmasi positif Covid-19 di RS Kilisuci, Selasa (1/12/2020). (TRIBUNMADURA.COM/DIDIK MASHUDI)

Hal ini yang terkadang tidak mudah, sebab pasien kerap kali komplain karena makanan menjadi tidak enak atau menunya sedikit.

“Tugas ahli gizi adalah memberikan konseling ke pasien dan keluarga yang diet agar paham makanan apa yang boleh dan tak boleh dikonsumsi pasien,” jelasnya.

Soal komplain menu makanan juga dirasakan Rofianus Sundu Siyah, katering yang menyediakan menu yang sudah disusun oleh ahli gizi.

Tim ahli gizi menyediakan makanan dengan memesan katering karena di RS Kilisuci tidak ada tenaga memasak dan ruang yang khusus yang bisa digunakan sebagai dapur untuk menyiapkan makanan.

“Karena beberapa pasien ada yang menelepon saya langsung, kenapa menunya hanya kayak gini. Atau jumlahnya terlalu sedikit, mereka komplain,” kata Rofianus.

Ada juga yang mengira pelit, padahal itu sesuai dengan menu ahli gizi harus mengurangi jumlah asupan atau kadang harus menghindari makanan tertentu.

Kini pasien paham dan kerap kali tim ahli gizi dan katering mendapatkan pujian.

Agar tidak bosan, tim gizi menyusun menu berbeda selama 10 hari.

Selama ini pasien yang dirawat di RS Kilisuci, pada hari ke-11 biasanya sudah diperbolehkan pulang.

Pada hari ke-11 menu kembali seperti awal.

Sementara dr Fauzan Adima, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Kediri menjelaskan, pasien Covid-19 yang dirawat di RS Kilisuci hanya yang kondisinya sehat atau gejala ringan.

"Perawatan maksimal selama 10 hari, setelah itu boleh pulang untuk melakukan isolasi mandiri," kata dr Fauzan.